Ringkasan Berita
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memimpin upacara penyambutan prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 521/Dadaha Yodha di Markas Yonif 521/DY, Rabu (15/7/2026).
Sebanyak 450 prajurit kembali dengan formasi lengkap setelah menjalankan tugas pengamanan perbatasan Indonesia–Papua Nugini selama kurang lebih 14 bulan.
Mbak Wali mengapresiasi dedikasi para prajurit dan keluarga yang telah memberikan dukungan selama masa penugasan.
Pengalaman bertugas di wilayah perbatasan diharapkan menjadi bekal untuk memperkuat profesionalisme prajurit dalam menjalankan tugas-tugas berikutnya.
Kediri (beritajatim.com) – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memimpin langsung upacara penyambutan Purna Tugas Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Kewilayahan RI–Papua Nugini (PNG) Yonif 521/Dadaha Yodha di Markas Yonif 521/DY, Rabu (15/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota yang akrab disapa Mbak Wali menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian para prajurit yang telah menyelesaikan tugas negara selama kurang lebih 14 bulan di wilayah perbatasan Indonesia–Papua Nugini.
“Atas nama Pemerintah Kota Kediri dan seluruh masyarakat Kota Kediri, saya mengucapkan selamat datang kembali kepada seluruh prajurit Yonif 521/Dadaha Yodha yang telah bertugas. Selamat datang di rumah dan selamat berkumpul kembali bersama keluarga tercinta. Alhamdulillah, sebanyak 450 prajurit yang diberangkatkan dapat kembali pulang dalam formasi yang utuh,” ujar Mbak Wali.
450 Prajurit Pulang dengan Formasi Lengkap
Menurut Mbak Wali, masa penugasan selama 14 bulan bukan sekadar hitungan waktu, melainkan perjalanan panjang yang penuh tantangan, pengorbanan, dan kerinduan terhadap keluarga.
Ia menilai para prajurit telah menunjukkan dedikasi tinggi dengan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi.
“Ada rindu yang harus ditahan, momen-momen keluarga yang dilewatkan, anak yang tumbuh tanpa bisa setiap hari dipeluk ayahnya. Namun itulah konsekuensi dari sebuah kehormatan bernama pengabdian,” ungkapnya.
Pengalaman di Perbatasan Jadi Bekal Penugasan Selanjutnya
Selama menjalankan tugas di wilayah perbatasan RI-PNG, para prajurit menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kondisi geografis hingga dinamika keamanan.
Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal berharga untuk meningkatkan profesionalisme serta kesiapan menghadapi penugasan berikutnya.
Mbak Wali juga mengingatkan bahwa menjadi prajurit TNI berarti memilih jalan pengabdian yang penuh tanggung jawab kepada bangsa dan negara.
Apresiasi untuk Keluarga Prajurit
Selain memberikan penghormatan kepada para prajurit, Wali Kota Kediri turut menyampaikan apresiasi kepada keluarga yang telah memberikan dukungan selama masa penugasan.
Menurutnya, keberhasilan misi tidak lepas dari doa, ketulusan, dan kesabaran keluarga yang menunggu kepulangan para prajurit.
“Di balik prajurit yang kuat, selalu ada keluarga yang dengan penuh keikhlasan memberikan dukungan, doa, dan kekuatan. Terima kasih telah menjadi bagian penting dari keberhasilan penugasan ini,” katanya.
Diminta Terus Junjung Sapta Marga
Menutup sambutannya, Mbak Wali berharap kepulangan para prajurit menjadi awal untuk melanjutkan pengabdian dengan semangat baru, pengalaman yang lebih matang, dan profesionalisme yang semakin kuat.
Ia juga mengajak seluruh personel Yonif 521/DY untuk terus menjunjung tinggi Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI dalam setiap pelaksanaan tugas.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin, Komandan Brigif 16/Wira Yudha Kolonel Inf Muhammad Sujoko, Komandan Yonif 521/DY Letkol Inf Rahadyan Surya, Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim, Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, Sekda Kabupaten Kediri, Ketua TP PKK, Ketua Bhayangkari, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana, perwakilan Forkopimda Plus, serta tamu undangan lainnya. [nm/but]




