Serangan demi serangan yang dilancarkan oleh militer Zionis Israel terhadap warga sipil di Gaza, Palestina, masih terus berlanjut. Pada Rabu malam, 15 Juli 2026 waktu setempat, sebanyak tiga serangan udara sekaligus menghantam wilayah Gaza Tengah.
Dikutip dari Primetime News, Metro TV, gempuran mematikan tersebut secara beruntun menargetkan gedung-gedung rapuh yang selama ini dialihfungsikan sebagai tempat perlindungan darurat. Fasilitas tersebut merupakan tempat bernaung bagi warga sipil Gaza yang tempat tinggal aslinya telah hancur dan dirampas paksa oleh pasukan Zionis sejak awal agresi.
Baca Juga :
Serangan Udara Israel di Jalur Gaza Tewaskan 13 Warga PalestinaAkibat rentetan ledakan di area padat pengungsi tersebut, kepanikan massal tak dapat dihindari. Ratusan warga yang tengah beristirahat terpaksa berhamburan dan bergegas berlarian di tengah malam untuk mencari tempat yang lebih aman demi menyelamatkan nyawa mereka.
Genosida dan penghancuran fasilitas sipil ini terus dilanjutkan oleh militer Israel dengan dalih menargetkan kelompok Hamas. Ironisnya, serangan brutal ini tetap terjadi meskipun kelompok pejuang kemerdekaan Palestina tersebut dilaporkan telah mengundurkan diri dari kursi pemerintahan sipil di Gaza.




