jpnn.com, JAKARTA - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyebut pihaknya menargetkan penurunan angka kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada 2026 ini melalui penguatan pencegahan dan pembenahan tata kelola penanganan di lapangan.
Hal demikian dikatakan Menhut dalam rapat bersama jajaran Ditjen Gakkum Kemenhut di Jakarta, seperti dikutip Kamis (16/7).
BACA JUGA: Tim Gabungan Berhasil Padamkan Karhutla 15 Hektare di Ogan Ilir, Pemantauan Tetap Dilakukan
“Hal-hal apa yang kami lakukan secara konkret agar kebakaran hutan dan lahan pada tahun ini dan tahun depan bisa dikendalikan dengan lebih baik, angkanya lebih turun," kata dia dalam rapat.
Raja Juli menilai langkah pencegahan perlu dilakukan seiring proyeksi musim kemarau yang datang lebih cepat dan berlangsung lebih lama dibandingkan biasanya.
BACA JUGA: Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Tanjung Seteko Ogan Ilir
Menurutnya, target utama bukan hanya merespons kebakaran, melainkan menekan jumlah kejadian semaksimal mungkin melalui pencegahan.
"Idealnya kalau bisa zero karhutla mungkin itu sangat ideal, tetapi paling tidak angkanya bisa kami tekan semaksimal mungkin,” kata Menhut.
BACA JUGA: Hadapi Kemarau Panjang, Kapolri Jenderal Listyo Tambah Peralatan Pemadaman Karhutla di Riau
Selain memperkuat pencegahan, Kementerian Kehutanan akan mengevaluasi berbagai instrumen pengendalian, mulai dari kebutuhan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), pemantauan tinggi muka air tanah (TMAT) di wilayah rawan, hingga kesiapan personel dan peralatan di lapangan.
Raja Juli mengatakan seluruh langkah tersebut akan dihitung berdasarkan kebutuhan riil agar penanganan karhutla berjalan lebih efektif.
Dia menekankan pembenahan tidak hanya berfokus pada penanganan kasus, tetapi juga mencakup penyempurnaan regulasi dan tata kelola agar pengendalian karhutla dapat berjalan lebih efektif dalam jangka panjang.
"Ya, yang saya inginkan adalah perbaikan struktural, jadi bukan hanya kasus. Ada regulasi apa yang perlu diperbaiki, harus apa yang kita lakukan sehingga sifatnya berubah struktural dan long term, sehingga ada sesuatu yang lebih ajeg untuk teman-teman bergerak memperbaiki,” ujarnya. (ast/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Cegah Karhutla Sejak Dini, Polres OKU Timur Memperkuat Sinergi Lintas Sektor
Redaktur : Elfany Kurniawan
Reporter : Aristo Setiawan




