Kasus Putra Sayuti Melik Jadi Cermin Rapuhnya Perlindungan Lansia

kompas.com
13 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Andreas Budi Widyanta, menilai kisah Heru Baskoro, putra penulis naskah Proklamasi, Sayuti Melik, yang menjalani hari tua dalam keterbatasan menjadi wake up call atau peringatan keras bagi negara untuk membenahi sistem perlindungan sosial bagi kelompok lanjut usia (lansia).

Menurut Widyanta, kasus tersebut tidak seharusnya dipandang sebagai persoalan individu semata, melainkan cerminan adanya persoalan struktural dalam sistem perlindungan lansia di Indonesia.

"Jadi kasus Pak Heru Baskoro ini kita bisa tempatkan sebagai bagian dari wake up call ya. Jadi ini peringatan sangat keras," kata Widyanta saat kepada Kompas.com melalui telepon, Kamis (16/7/2026).

Baca juga: Uluran Tangan Negara untuk Anak Sayuti Melik yang Sakit-sakitan di Kontrakan Bekasi

Kondisi yang dialami putra Sayuti Melik menunjukkan bahwa negara perlu melakukan refleksi terhadap sistem jaminan sosial yang selama ini dijalankan.

"Jika saja seorang anak seorang pahlawan nasional, dan itu sub-sentral Sayuti Melik, perumus proklamasi, itu saja terlempar di dalam sebuah kerentanan sosial ekonomi di masa tuanya, itu kan menegaskan bahwa betapa sistem perlindungan lansia kita ini sedang mengalami krisis struktural yang sangat dalam," ujar Widyanta.

Andreas menilai, negara tidak boleh hanya hadir ketika sebuah kasus telah menjadi sorotan publik.

"Negara mestinya tak boleh hanya hadir sebagai pemadam kebakaran. Karena respons Kementerian Sosial itu kan respons yang kuratif saja setelah kasusnya, setelah empat bulan dia berada di panti asuhan. Ini kan artinya tidak ada preventif sama sekali," ucap Andreas.

"Jadi negara hanya hadir sebagai pemadam kebakaran saja, dan itu responsif saja, reaksioner, mengambil pemberitaan itu lalu menangani itu. Kalau tidak ya dibiarkan saja," lanjut dia.

Selain menjadi kritik terhadap sistem perlindungan sosial, kisah putra Sayuti Melik juga dinilai mematahkan anggapan seluruh anak tokoh bangsa hidup berkecukupan karena jasa orang tuanya.

Baca juga: Anak Sayuti Melik Dibawa ke STPL Bekasi, Mensos: Kita Didampingi, Nanti Akan Dibantu

Pandangan tersebut merupakan generalisasi yang lahir dari cara pandang masyarakat terhadap kondisi elite politik saat ini, ketika banyak pejabat identik dengan kemewahan dan kekayaan.

"Kalau kita melihat bahwa seolah-olah seluruh para tokoh bangsa ini karena anaknya makmur dan berada, saya tidak merasa itu benar. Itu bentuk generalisasi yang ditakar dari generasi hari ini yang setiap kali berkaitan dengan orang-orang pejabat adalah pejabat yang kaya," kata Andreas.

Widyanta mengatakan, para pendiri bangsa justru dikenal hidup sederhana dan tidak memanfaatkan jabatan untuk memperkaya diri maupun keluarganya.

"Nah kita masih ingat Sayuti Melik itu adalah orang-orang bersahaja. Kita tahu mereka itu orang yang sudah selesai dengan dirinya dan tidak pernah mau mengambil kekayaan negara untuk kekayaan dirinya sendiri," ujar dia.

KOMPAS.com/NURPINI AULIA RAPIKA Heru Baskoro (84) anak dari penulis naskah proklamasi Sayuti Melik, saat ditemui di kontrakan dua petak, di Bojongmenteng, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Senin (13/7/2026). Ia dikabarkan hidup terlantar bersama sang istri dan kehabisan biaya pengobatan mata .

Kesederhanaan itulah yang membuat kondisi putra Sayuti Melik berbeda dengan persepsi sebagian masyarakat terhadap keluarga pejabat masa kini.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Widyanta menilai, para pendiri bangsa lebih memilih mewariskan nilai, integritas, dan kemandirian dibandingkan kekayaan atau privilese kepada anak-anak mereka.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Piche Kota Usai Status Tersangka Pemerkosaan Gugur: Saya Masih Trauma
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Soroti Polemik Kasus Eks Jampidsus, Tokoh Muda NU Titip Pesan Penting untuk Prabowo
• 21 jam laludisway.id
thumb
Bandara Bali Tambah Rute Penerbangan ke Waingapu dan Wakatobi
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Penampakan Eks Asisten Timnas Indonesia di Persija, Shin Tae-yong Buat Macan Kemayoran Berbau Garuda
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Survei BI indikasikan kinerja dunia usaha naik pada triwulan II 2026
• 6 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.