IHSG Diprediksi Naik, Analis Rekomendasi Saham BBCA, INDY, INCO, SMGR

katadata.co.id
17 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diramal naik pada perdagangan saham akhir pekan ini, Jumat (17/7).

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan mulai muncul volume pembelian di pasar Indonesia yang terlihat ketika IHSG ditutup menguat 1,10% ke 6.108 pada perdagangan Kamis (16/7) kemarin. 

Secara teknikal, Herditya memperkirakan IHSG masih berada dalam tren kenaikan sehingga berpeluang menguat ke kisaran 6.137 hingga 6.254 pada perdagangan selanjutnya.

“Cermati area koreksi terdekat yang diperkirakan berada di 5.974–6.020,” tulis Herditya dalam risetnya, Jumat (17/7). 

MNC Sekuritas menargetkan area support IHSG berada di kisaran 5.839–5.607 dan level resistance diperkirakan pada rentang 6.286–6.599.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.  

Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness sejumlah saham. Misalnya PT Vale Indonesia Tbk (INCO) akumulasi beli di rentang Rp 4.780–Rp 4.950 dengan target harga di Rp 5.400–Rp 5.700, sementara level stoploss di bawah Rp 4.740.

Kemudian PT Indika Energy Tbk (INDY) direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 2.230–Rp 2.450 dengan target harga di Rp 2.610–Rp 2.760, serta stoploss di bawah Rp 2.050.

Sentimen IHSG

Di sisi lain, Phintraco Sekuritas menilai kenaikan IHSG ditopang kembalinya aksi beli investor asing. Pada perdagangan Rabu (16/7), investor asing membukukan net foreign buy sebesar Rp 283,41 miliar di pasar reguler. Pada saat yang sama, rupiah menguat 0,46% ke level Rp 17.986 per dolar AS.

Secara teknikal, IHSG juga masih bergerak di atas level rata-rata pergerakan lima hari (MA5) dan 20 hari (MA20). Sementara itu, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) mulai menunjukkan pelebaran positive slope, yang mengindikasikan momentum penguatan indeks masih terjaga.

“Dengan demikian, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan untuk menguji area resistance 6,125–6,175 pada perdagangan Jumat (17/7),” tulis Phintraco dalam analisisnya, Jumat (17/7). 

Phintraco Sekuritas juga mencermati realisasi investasi Indonesia yang mencapai Rp 511,8 triliun pada kuartal II 2026 atau tumbuh 7,1% secara tahunan. Nilai tersebut setara dengan 25,1% dari target investasi nasional sepanjang 2026.

Menurut Phintraco, komitmen investasi jangka panjang masih terlihat dari negara-negara mitra utama, seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan. Berdasarkan sumbernya, investasi terdiri atas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar 49,6% dan Penanaman Modal Asing (PMA) 50,4%. Sementara dari sisi wilayah, porsi investasi di Pulau Jawa dan luar Jawa relatif berimbang.

Phintraco juga menyoroti kinerja investasi asing langsung (FDI), di luar sektor keuangan dan minyak dan gas, yang melonjak 27,4% secara tahunan menjadi rekor tertinggi Rp 257,7 triliun pada kuartal II 2026. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan kenaikan 8,5% pada kuartal I 2026 dan menjadi yang terkuat sejak kuartal IV 2024.

Arus investasi terbesar mengalir ke industri logam dasar, disusul sektor jasa lainnya dan pertambangan. Sepanjang semester I 2026, nilai FDI meningkat 17,3% secara tahunan menjadi Rp 432,6 triliun, dengan Singapura tetap menjadi sumber investasi terbesar. Phintraco menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berpotensi tetap solid pada kuartal II 2026.

“Di lain pihak, ketergantungan terhadap investasi berbasis komoditas tetap menjadi risiko yang perlu diantisipasi,” tulis Phintraco. 

Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR).

 

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Detik-detik Perang Besar! Trump Siapkan Operasi Raksasa, Iran Ancam Lumpuhkan Jalur Minyak Dunia
• 12 jam laluerabaru.net
thumb
Kawal Aksi Massa di Monas, Polda Metro Tekankan Pelayanan Humanis
• 10 jam laludetik.com
thumb
Cerita Warga Depok Rumahnya Diteror Tetangga: Tendang Pagar hingga Bawa Golok
• 4 jam laludetik.com
thumb
Nilai Tukar Rupiah Ditutup Menguat 0,35 Persen ke Rp17.921 per Dolar AS
• 7 jam lalueranasional.com
thumb
Laporan Gratifikasi Raja Juli Soal Amplop Bupati Kuansing Ditolak KPK
• 6 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.