Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memajukan jadwal pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA sederajat menjadi 27 Juli 2026. Sebelumnya, pendaftaran dijadwalkan baru dimulai pada 18 Agustus.
Dengan perubahan itu, masa pendaftaran TKA SMA sederajat berlangsung lebih panjang, yakni mulai 27 Juli hingga 27 September. Durasi yang lebih panjang ini dinilai memberi ruang lebih luas bagi siswa untuk menentukan keikutsertaan mereka tanpa tergesa-gesa.
Suyanto Ketua Dewan Pendidikan Nasional (DPN) mengatakan, perubahan jadwal tersebut merupakan hasil evaluasi pelaksanaan TKA 2025. Menurutnya, peserta didik, sekolah, dan pemerintah daerah membutuhkan waktu persiapan yang lebih panjang agar pelaksanaan TKA berjalan lebih tertata.
Ia menyebut, pemajuan jadwal pendaftaran tidak akan mengganggu psikologi belajar siswa. Sebaliknya, jadwal yang lebih awal dapat menjadi pengingat agar siswa mulai mempersiapkan diri secara bertahap.
“Saya rasa kalau dimajukan pendaftaran itu tidak masalah dalam arti tidak akan mengganggu psikologi belajar bagi siswa. Bahkan hal itu bisa menjadi pengingat bagi siswa untuk siap menghadapi TKA,” ujar Suyanto di Jakarta Pusat, Kamis (16/7/2026) yang dikutip Antara.
Menurut Suyanto, waktu pendaftaran yang lebih panjang memungkinkan sekolah melakukan pemutakhiran data peserta, menyosialisasikan pelaksanaan TKA kepada siswa dan orang tua, serta memastikan seluruh persyaratan administrasi terpenuhi.
Selain sekolah, pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota sebagai fasilitator pelaksanaan juga memiliki waktu lebih memadai untuk menyiapkan koordinasi teknis. Dengan begitu, penyelenggaraan TKA diharapkan bisa berjalan lebih siap di berbagai daerah.
Suyanto menilai, durasi pendaftaran yang lebih panjang juga memberi kesempatan luas bagi siswa untuk mempertimbangkan keikutsertaan mereka dengan lebih tenang.
“Kalau kesiapan itu pasti perlu, siswa itu diberikan motivasi dan diajak melakukan refleksi termasuk orangtua siswa agar proses belajar tidak saja mengejar nilai angka tetapi juga meningkatkan kualitas makna belajar bagi kehidupan, hidup dan penghidupan siswa,” katanya. (ant/bil/ipg)




