Jakarta: Pemerintah Indonesia terus menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui berbagai kebijakan strategis dan inovasi. Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menilai bahwa penerapan teknologi rendah emisi merupakan solusi agar Indonesia tetap dapat mengoptimalkan sumber daya alam seperti batu bara, minyak, dan gas alam tanpa mengabaikan target Net Zero Emissions (NZE).
"Implikasinya adalah kita tetap bisa pakai batu bara yang selama ini dianggap dijuluki sunset industry. Ini industri fading. Batu bara katanya akan nanti tidak dipakai lagi. Karena kita sudah terikat dengan komitmen pemerintah kita Net Zero Emissions tahun 2060. Dan Pak Prabowo sudah menyatakan kalau bisa harus dipercepat. Jangan sampai kita tunggu tahun 2060 melainkan kita harus lebih cepat. Nah dengan teknologi-teknologi ini, saya optimistis bahwa kita akan memasuki fase baru industri kita tanpa mengorbankan dan tanpa mengabaikan sumber daya alam kita. Kita bisa tetap pakai batu bara kita, kita bisa tetap pakai minyak kita, dan kita tetap bisa pakai gas alam kita," kata Hashim dalam Leaders' Briefing 2026 di Jakarta, dikutip dari tayangan Top News Metro TV, Kamis 16 Juli 2026.
Hashim menjelaskan pemerintah terus memperkuat komitmen ketahanan energi melalui pengembangan teknologi rendah emisi, termasuk Carbon Capture and Utilization (CCU). Menurutnya, inovasi tersebut memungkinkan Indonesia memenuhi komitmen menuju Net Zero Emissions tanpa harus mengesampingkan potensi sumber daya alam yang dimiliki.
Baca Juga :
PLN EPI Catat Penghematan Emisi Lebih dari 710 Kg CO2eSementara itu, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan Indonesia memiliki potensi besar untuk mencapai swasembada energi maupun pangan.
"Intinya adalah potensi ini kita besar. Kita tidak boleh hanya bicara potensi terus-menerus. Tapi bagaimana potensi ini mesti diwujudkan. Potensi swasembada pangan, potensi swasembada energi, diwujudkan dengan kita sudah swasembada diesel, swasembada solar dengan B50. Potensi swasembada energi misalnya listrik, kita sudah untuk kebutuhan listrik kita kita sudah swasembada. Yang sudah kita mampu dan bisa terus kita tingkatkan. Yang belum kemudian kita harus laksanakan, kita kerjakan, kita eksekusi," ucapnya.




