JAKARTA, KOMPAS.com - Pada tahun ajaran baru kali ini, muncul fenomena Sekolah Dasar Negeri (SDN) sepi peminat.
Misalnya di SDN 1 Gedung Meneng, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung.
Hari pertama sekolah di sana hanya diikuti dua murid baru kelas I pada pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Tak tampak derap langkah siswa yang memenuhi halaman sekolah seperti lazimnya hari pertama masuk tahun ajaran baru.
Di sekolah yang memiliki delapan guru dan 40 siswa aktif itu, tak ada keramaian antrean orangtua maupun barisan panjang murid baru.
Nasib serupa terjadi pada SDN 2 Plandaan, Desa Plandaan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Baca juga: SD Negeri Sepi Peminat, Mendikdasmen Buka Suara
Meski pihak sekolah sudah menjanjikan fasilitas seragam gratis, peralatan sekolah cuma-cuma, hingga uang saku, sekolah dasar negeri ini hanya berhasil menjaring dua orang siswa baru untuk tahun ajaran ini.
Sementara itu, di SDN 2 Wonosari, Gunungkidul juga hanya mendapatkan dua murid baru tahun ini.
MPLS pun digelar dengan melibatkan kakak kelas, agar suasana tidak sepi.
Lantas, kenapa hal ini bisa terjadi?
Puan minta pemerintah evaluasi
Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap peta layanan pendidikan dasar nasional.
Hal tersebut menyusul fenomena sekolah negeri yang kekurangan murid baru pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Baca juga: Mengapa SD Negeri Terus Kekurangan Murid Baru?
"Munculnya sejumlah sekolah dasar negeri yang tidak memperoleh siswa baru di berbagai daerah harus menjadi alarm bagi Pemerintah untuk mengevaluasi kembali peta layanan pendidikan dasar nasional," kata Puan, dalam keterangannya, Rabu (15/7/2026).
Puan juga meminta pemerintah melakukan kajian mendalam terkait fenomena tersebut.