Kuwait City: Militer Kuwait menyatakan bahwa sebanyak 32 drone telah diluncurkan oleh Iran untuk membidik sejumlah instalasi vital di negara tersebut pada Kamis, 16 Juli.
Insiden keamanan ini mencuat di tengah tensi eskalasi militer yang kian meruncing antara Teheran dan Washington.
Juru Bicara Kementerian Pertahanan Kuwait, Saud Al-Atwan, merilis pernyataan resmi mengenai tindakan pertahanan udara yang diambil oleh pasukannya.
“Pesawat tanpa awak ini berhasil dicegat dan dilumpuhkan,” ujar Al-Atwan dalam keterangannya, seperti dikutip Anadolu, pada Jumat, 17 Juli 2026.
Ia menjelaskan bahwa jatuhnya serpihan material akibat proses pencegatan drone Iran tersebut sempat menimbulkan kerusakan fisik di lapangan, namun dipastikan tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Pihak angkatan bersenjata menegaskan bahwa militer akan terus mempertahankan tingkat kesiapsiagaan tinggi guna memperkuat keamanan nasional serta melindungi keselamatan seluruh warga negara maupun penduduk yang tinggal di Kuwait.
Di sisi lain, pihak militer Iran mengonfirmasi pada Kamis pagi bahwa mereka telah meluncurkan serangkaian serangan udara yang membidik aset radar dan sistem pertahanan udara milik Amerika Serikat (AS) yang ditempatkan di wilayah Kuwait dan Bahrain.
Langkah ofensif ini diklaim sebagai bagian dari kampanye balasan atas serangan bertubi-tubi AS terhadap Teheran.
Situasi konflik antara AS dan Iran dilaporkan terus meruncing di sekitar Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir.
Kedua belah pihak terpantau saling melancarkan aksi serangan balasan, terlepas dari adanya nota kesepahaman yang dimediasi oleh Pakistan yang awalnya bertujuan untuk mengakhiri konflik serta mencapai kesepakatan damai yang langgeng.
(Kelvin Yurcel)




