Jakarta, tvOnenews.com - IHSG dibuka menguat 4 poin atau 0,08 persen di level 6.112 pada pembukaan perdagangan Jumat, 17 Juli 2026.
Head of Retail Research Analyst, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi terkoreksi pada perdagangan hari ini.
"IHSG berpotensi terkoreksi hari ini," kata Fanny dalam riset hariannya, Jumat, 17 Juli 2026.
Bursa Asia ditutup bervariasi pada perdagangan Kamis kemarin, dengan saham Korea Selatan menjadi penekan utama setelah aksi jual besar-besaran pada saham-saham semikonduktor hingga menyebabkan pelemahan indeks KOSPI.
Indeks MSCI Emerging Markets Asia turun 1,4 persen, terdorong pelemahan pasar saham Korea Selatan. Indeks KOSPI ditutup anjlok 6,4 persen.
Aksi jual terutama menghantam dua raksasa semikonduktor Korea Selatan, SK Hynix dan Samsung Electronics, masing-masing melemah 11,5 dan 8,8 persen. Pergerakan terjadi setelah Bank of Korea (BOK) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps untuk pertama kalinya sejak Januari 2023, guna menopang nilai tukar Won.
Di Taiwan, indeks saham ditutup relatif stagnan setelah sempat turun hingga 1,5 persen pada sesi perdagangan. Saham Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) justru naik 1,2 persen, sebelum perusahaan melaporkan lonjakan laba bersih kuartal II-2026 sebesar 77 persen (yoy) atau jauh melampaui ekspektasi pasar.
"Support IHSG berada di level 6.050-6.070 sementara resist IHSG di rentang 6.130-6.150," ujarnya.
Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Kamis kemarin, setelah aksi jual besar-besaran di saham-saham teknologi membayangi musim laporan keuangan yang mencatat hasil solid.
Indeks S&P 500 turun 0,51 persen, Nasdaq Composite melemah 1,47 persen, dan Dow Jones Industrial Average berkurang 0,20 persen.
Di sisi lain, data ekonomi terbaru menunjukkan daya beli konsumen AS masih cukup tangguh, meski tekanan harga tetap tinggi.
Mohammad Yudha Prasetya




