Iran, ERANASIONAL.COM – Jumlah korban tewas akibat serangan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Jembatan Bandar-e Khamir, Provinsi Hormozgan, Iran, terus bertambah.
Hingga Jumat (17/7/2026), sedikitnya tujuh orang dilaporkan meninggal dunia, sementara sembilan lainnya mengalami luka-luka.
Mengutip Al Jazeera, para korban yang terluka saat ini masih menjalani perawatan intensif oleh tim layanan darurat dan tenaga medis setempat.
Serangan tersebut merupakan bagian dari operasi militer AS yang dilancarkan pada Senin (13/7/2026), dengan sasaran sejumlah wilayah di Iran.
Rentetan ledakan dilaporkan mengguncang beberapa kota di bagian selatan negara itu.
Pemerintah Iran menyebut hampir selusin proyektil yang mereka sebut sebagai “proyektil musuh” menghantam Pulau Qeshm dalam rangkaian serangan tersebut.
Selain itu, ledakan besar juga terdengar di sekitar Bandara Abbas ketika militer AS melancarkan gelombang serangan kelima sejak kesepakatan gencatan senjata disepakati sekitar tiga pekan sebelumnya.
Media pemerintah Iran turut melaporkan bahwa beberapa fasilitas militer di Provinsi Hormozgan menjadi target serangan.
Di sisi lain, Teheran mengklaim telah melakukan serangan balasan yang menyasar sejumlah aset militer Amerika Serikat di kawasan tersebut. []





