AS dan Iran Saling Serang, Begini Kondisi di Selat Hormuz Sekarang

bisnis.com
10 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Amerika Serikat dan Iran kembali saling melancarkan serangan pada Kamis (16/7/2026), ketika kedua negara terlibat dalam eskalasi baru terkait Selat Hormuz.

Dilansir dari Al Arabiya, konflik yang kembali memanas tersebut kini memasuki hari keenam meskipun sebelumnya kedua pihak telah mencapai kesepakatan awal pada Juni untuk mengakhiri perang.

Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu rute utama perdagangan minyak dan gas dunia, berada di pusat konflik terbaru. Iran bersikeras bahwa mereka memiliki kendali atas jalur perairan tersebut.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan pasukan Amerika menyerang sejumlah target militer Iran di beberapa lokasi, termasuk wilayah pesisir Bandar Abbas.

Menurut CENTCOM, serangan tersebut bertujuan untuk melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam kapal-kapal komersial dan para pelaut yang melintasi Selat Hormuz.

Militer AS juga mengatakan serangan sebelumnya telah menargetkan fasilitas pertahanan pantai dan situs rudal jelajah di Pulau Greater Tunb di kawasan Teluk.

Baca Juga

  • Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup hingga AS Terima Persyaratan
  • Strategi China untuk Redam Melejitnya Harga Minyak Gegara Konflik Selat Hormuz
  • Harga Minyak Dunia Mendidih Imbas Blokade AS di Selat Hormuz

Sementara itu, kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan terjadinya ledakan di sejumlah wilayah pada Kamis, termasuk Lorestan di bagian barat dan Semnan di utara.

Sistem pertahanan udara juga dilaporkan diaktifkan di beberapa wilayah Teheran.

Tidak lama setelah serangan AS, sejumlah negara sekutu Washington di kawasan Teluk turut melaporkan adanya serangan.

Kuwait mengatakan telah mencegat drone Iran, sementara Bahrain mengaktifkan sirene peringatan serangan udara.

Selat Hormuz Kembali Menjadi Titik Konflik

Selat Hormuz menjadi pusat ketegangan terbaru karena jalur tersebut sangat penting bagi distribusi minyak dan gas global.

Iran memblokade Selat Hormuz setelah perang pecah akibat serangan AS dan Israel pada 28 Februari. Teheran kemudian menggunakan jalur strategis tersebut sebagai alat tekanan terhadap lawan-lawannya selama berbulan-bulan.

Selat Hormuz sempat kembali dibuka setelah kesepakatan AS-Iran pada bulan lalu. Namun, Iran pekan lalu mengancam akan kembali menutup jalur tersebut hingga Amerika Serikat menghentikan “agresinya”.

Militer Iran kemudian menyatakan telah menyerang fasilitas militer AS di Yordania menggunakan drone sebagai respons terhadap serangan musuh, menurut laporan televisi pemerintah IRIB.

Sebelumnya, militer AS mengatakan salah satu pesawatnya menembak dan melumpuhkan sebuah kapal tanker minyak kosong yang berusaha menembus blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Di Irak, pasukan Kurdi menyatakan koalisi pimpinan AS telah menembak jatuh delapan drone bermuatan bahan peledak di atas Erbil, ibu kota wilayah Kurdistan Irak.

Wartawan AFP di lokasi melaporkan mendengar ledakan dan melihat kepulan asap di dekat konsulat AS. Perdana Menteri Irak kemudian mengecam serangan drone tersebut, meski tidak menyebut pihak yang bertanggung jawab.

Trump Ancam Serangan Lebih Besar

Meskipun serangan kembali terjadi, upaya mediasi dan perundingan antara AS dan Iran belum secara resmi berakhir.

Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa situasi dapat semakin memburuk apabila Teheran tidak kembali ke meja perundingan.

“Pekan depan akan menjadi sangat buruk bagi mereka,” kata Trump kepada Fox News. Ia mengancam akan menyerang pembangkit listrik dan jembatan Iran jika Teheran menolak kembali bernegosiasi.

Namun, negosiator utama Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan kesepakatan hanya memiliki arti jika seluruh ketentuannya tetap berlaku dan dilaksanakan.

“Jika Iran tidak memperoleh manfaat apa pun dari nota kesepahaman tersebut, kami tidak memiliki alasan untuk mematuhinya,” katanya.

Lalu lintas kapal di Selat Hormuz juga masih rendah. Perusahaan pelacak maritim Kpler mencatat hanya 21 pelayaran melintasi jalur tersebut pada Selasa.

Harga minyak pun kembali bergerak naik setelah eskalasi terbaru. Amerika Serikat juga kembali memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perkara Klakson Berujung Konflik Antar Tetangga hingga Digotong Paksa
• 23 jam laludetik.com
thumb
Awas! Generasi Muda Rentan Jadi Sasaran Kejahatan Digital
• 11 jam laluokezone.com
thumb
Foto: Kibaran Rok Pollera di Arena Skater, Cara Perempuan Bolivia Dobrak Stigma
• 27 menit lalukumparan.com
thumb
Jadwal SEA V Cup 2026, Jumat 17 Juli: Peluang Emas Timnas Voli Indonesia Akhiri Fase Grup dengan Catatan Sempurna
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Polisi Serahkan Barang Bukti Terkait Kasus Febrie ke Kejaksaan, Dibungkus Plastik Hijau
• 21 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.