Profil Kideco, Mesin Utama Indika Energy (INDY) Hasilkan Cuan

idxchannel.com
10 jam lalu
Cover Berita

PT Indika Energy Tbk (INDY) dilaporkan ingin melepas kepemilikan saham PT Kideco Jaya Agung dengan valuasi mencapai USD1 miliar.

PT Indika Energy Tbk (INDY) dilaporkan ingin melepas kepemilikan saham PT Kideco Jaya Agung dengan valuasi mencapai USD1 miliar. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Indika Energy Tbk (INDY) dikabarkan tengah menjajaki pelepasan kepemilikan saham di PT Kideco Jaya Agung. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan strategi perseroan untuk melanjutkan transformasi bisnis dan membangun portofolio yang lebih berkelanjutan.

Corporate Secretary PT Indika Energy Tbk, Adi Pramono, enggan mengomentari kabar yang menyebut Indika menawarkan Kideco kepada calon pembeli dengan nilai mencapai USD1 miliar atau sekitar Rp18 triliun.

Baca Juga:
Indika Energy (INDY) Buka Suara soal Kabar Divestasi Kideco

"Sehubungan dengan pemberitaan media baru-baru ini mengenai portofolio investasi perseroan, perseroan tidak memberikan komentar atas rumor atau spekulasi pasar," katanya, Jumat (17/7/2026).

Sejak 2018, Indika Energy memang gencar melakukan transformasi bisnis untuk mengurangi ketergantungan terhadap batu bara. Perseroan mendiversifikasi usahanya ke berbagai sektor, mulai dari tambang emas dan nikel, energi baru terbarukan, hingga kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Baca Juga:
Saham Indika Energy (INDY) Terus Melejit, Imbas Kabar Divestasi Aset Batu Bara

Apabila transaksi tersebut terealisasi, Kideco bukan menjadi aset pertama yang dilepas Indika. Sebelumnya, perseroan telah mendivestasikan kepemilikannya di PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS), serta PT Multi Tambangjaya Utama (MUTU) sebagai bagian dari strategi penyesuaian portofolio bisnis.

Meski demikian, Kideco selama ini menjadi kontributor utama terhadap pendapatan dan laba bersih Indika Energy. Hingga 31 Maret 2026, Kideco membukukan pendapatan sebesar USD377,4 juta atau sekitar 72,8 persen dari total pendapatan konsolidasian Indika Energy.

Kontribusi tersebut juga terlihat pada sisi profitabilitas. Selama kuartal I-2026, Kideco mencatat laba bersih USD42,4 juta, sedangkan laba bersih konsolidasian Indika Energy hanya mencapai USD7 juta.

Dalam struktur bisnis Indika Energy, Kideco berada di bawah pilar sumber daya energi bersama Indika Energy Trading Pte Ltd dan Indika Capital Investment Pte Ltd yang bergerak di bidang perdagangan batu bara.

Selain itu, Indika memiliki lima pilar bisnis lainnya, yakni jasa energi melalui PT Tripatra Engineering dan PT Tripatra Engineers & Constructors, infrastruktur energi melalui PT Cirebon Electric Power dan PT Cirebon Energi Prasarana, logistik dan infrastruktur yang bergerak di sektor terminal serta distribusi BBM, pilar mineral melalui bisnis emas PT Masmindo Dwi Area dan bauksit PT Perkasa Investama Mineral, serta pilar energi hijau yang mencakup bisnis kendaraan listrik hingga minyak atsiri.

Di antara seluruh anak usaha tersebut, Kideco merupakan unit bisnis terbesar. Sepanjang 2025, segmen batu bara masih menyumbang sekitar 82 persen dari total pendapatan Indika Energy.

Kideco sendiri merupakan salah satu produsen batu bara terbesar di Indonesia dengan wilayah tambang yang berlokasi di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Kegiatan eksplorasi dimulai pada 1982, sedangkan produksi komersial dimulai pada 1993 menggunakan metode tambang terbuka (open pit). Saat ini, Kideco mengoperasikan tiga area tambang, yakni Roto, Samurangau, dan Susubang.

Batu bara yang diproduksi Kideco memiliki nilai kalori 4.200-5.240 Kcal per kilogram dengan kandungan abu dan sulfur yang rendah. Karakteristik tersebut membuat produk Kideco menjadi salah satu acuan kualitas di pasar batu bara untuk pembangkit listrik dunia.

Sepanjang 2025, produksi batu bara Kideco mencapai 30,5 juta ton, lebih rendah dibandingkan rekor produksi tertinggi pada 2014 yang mencapai 40,3 juta ton. Pada periode yang sama, penjualan batu bara tercatat 30,8 juta ton, dengan komposisi 58,5 persen untuk pasar ekspor dan 41,5 persen untuk pasar domestik.

China masih menjadi pasar ekspor terbesar dengan volume sekitar 10 juta ton atau setara 32,4 persen dari total penjualan 2025. Posisi berikutnya ditempati India dengan penjualan sekitar 2,2 juta ton atau sekitar 7,1 persen dari total penjualan.

Indika Energy mulai menjadi pemegang saham Kideco pada 2004 melalui akuisisi 41 persen saham. Kepemilikannya kemudian meningkat menjadi 46 persen pada 2006.

Pada 2017, Indika resmi menjadi pemegang saham pengendali setelah meningkatkan kepemilikannya menjadi 91 persen melalui akuisisi saham milik Samtan Co. Ltd. dan PT Miji Inti Utama. Hingga kini, Samtan masih mempertahankan kepemilikan sebesar 9 persen saham Kideco.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wamensos Bawa Pesan Presiden ke Ratusan Siswa Baru Sekolah Rakyat Kota Semarang
• 16 menit lalukumparan.com
thumb
Mendagri Tegaskan Kinerja Anggaran Tetap Optimal di Tengah Efisiensi
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
DBH Buat Bayar PPPK Disalurkan Seusai Pemda Efisiensi Anggaran & PAD Dimaksimalkan
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Bangun Tidur Sendi Terasa Kaku? Ini Penyebab yang Sering Dialami Usia 35 Tahun ke Atas
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Kejagung Siap Disupervisi KPK dalam Kasus Eks Jampidsus Febrie
• 3 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.