Bisnis.com, JAKARTA — Sejalan dengan pembangunan konektivitas jalan tol yang masih berlangsung, Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, secara resmi melayani perdana peti kemas internasional dengan sandarnya Mediterranean Shipping Company (MSC) Aria III.
Komisaris PT Pelabuhan Patimban Internasional (PPI) Yukki Nugrahawan Hanafi menyampaikan, kedatangan layanan kontainer reguler internasional MSC di Patimban bukan sekadar penambahan satu rute pelayaran, melainkan penanda terbentuknya ekosistem logistik baru yang akan menentukan daya saing Indonesia dalam perdagangan global.
Menurutnya, jaringan pelabuhan yang saling terintegrasi menjadi penting karena mampu melayani arus perdagangan internasional secara efisien, sekaligus memperkuat ketahanan rantai pasok nasional di tengah dinamika geopolitik dan disrupsi global.
“Keberhasilan layanan diharapkan menjadi katalis bagi masuknya pelayaran internasional lainnya sehingga tercipta jaringan layanan yang semakin beragam menuju Asia, Timur Tengah, Eropa, hingga Amerika,” katanya melalui keterangan resmi, dikutip pada Jumat (17/7/2026).
Terlebih, di tengah meningkatnya tren relokasi investasi ke negara-negara mitra strategis, pemindahan basis produksi yang lebih dekat dengan pasar, serta diversifikasi rantai pasok global.
Selain itu, keberadaan pelabuhan yang efisien dan terhubung menjadi faktor penting dalam menarik investasi, memperkuat perdagangan internasional, dan meningkatkan daya saing nasional.
Baca Juga
- Dedi Mulyadi: Industri di Jabar Harus Ekspor via Patimban
- DPR Minta Patimban Tak Gerus Aktivitas Pelabuhan Cirebon
- Pelabuhan Patimban Siap Tingkatkan Daya Saing logistik Nasional
Yukki menyoroti data United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), sekitar 80% volume perdagangan dunia diangkut melalui transportasi laut sehingga efisiensi pelabuhan menjadi salah satu faktor utama daya saing suatu negara.
“Hal ini yang menegaskan konteks strategis Pelabuhan Patimban bagi sektor logistik nasional,” tambah Yukki.
Adapun, kapal berukuran 200 meter tersebut datang dari Singapura dan melanjutkan pelayaran ke Laem Chabang (Thailand) serta tiga pelabuhan utama di China —Shekou, Ningbo, dan Shanghai.
Selain terminal peti kemas, Pelabuhan Patimban juga telah mengoperasikan terminal kendaraan sejak 2022 di lahan seluas 22,4 hektare dengan kapasitas 218.000 unit kendaraan bermotor utuh (completely built up/CBU) per tahun, baik untuk kebutuhan ekspor maupun impor.
PT Patimban International Car Terminal (PICT) mencatat sepanjang 2025, terminal ini menangani 204.774 unit kendaraan CBU, dengan mayoritas untuk tujuan ekspor, sementara 13.381 unit merupakan kendaraan impor dan 65.688 unit dikirim ke pasar domestik.
Hingga Juni 2026, Patimban telah menjadi pintu gerbang ekspor bagi 63.086 unit mobil dan impor 7.262 unit kendaraan, melampaui volume pengiriman domestik via Pelabuhan Belawan dan Batam yang tercatat 37.110 unit.
Selain itu, kedalaman dermaga yang kini mencapai minus 14 meter low water spring (LWS) turut mendongkrak kapasitas angkut kapal, dari sebelumnya maksimal 4.000 unit kendaraan menjadi 5.000-6.000 unit per kapal.
Dalam konektivitas darat, jalan tol sepanjang 37 kilometer yang menghubungkan Tol Cikopo-Palimanan ke Patimban ditargetkan rampung bertahap hingga akhir 2026 dan sebagian tersambung pada 2027.
Keberadaan jalan bebas hambatan ini diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh dari kawasan industri Karawang Timur dan pantura Jawa Barat dari 1,5-2 jam menjadi 30-40 menit.





