Serangan siber kini tidak hanya menyasar lembaga keuangan, perusahaan teknologi, atau instansi pemerintah. Infrastruktur logistik yang menjadi tulang punggung distribusi pangan juga mulai menjadi target.
Hal ini terlihat dari peretasan terhadap operator rantai dingin terbesar di Jepang yang mengganggu pasokan makanan ke ribuan pelanggan. Operator rantai dingin merupakan perusahaan logistik yang bertugas mengelola, menyimpan, dan mengirimkan barang atau produk sensitif pada suhu tertentu secara konsisten mulai dari pembekuan hingga pendinginan.
Mengutip Channel News Asia, Kamis (17/7), Nichirei Logistics Group, perusahaan yang mengelola distribusi makanan beku dan berpendingin untuk sekitar lima ribu pelanggan di Jepang, mengonfirmasi bahwa sistemnya diretas setelah mengalami gangguan sejak Senin (13/7).
Untuk membatasi dampak serangan dan melindungi data pelanggan, perusahaan memutus sejumlah sistem utama. Hal ini membuat sebagian jaringan logistiknya berhenti beroperasi.
Gangguan tersebut berdampak langsung terhadap distribusi makanan beku dan dingin melalui sekitar 140 pusat distribusi yang dioperasikan perusahaan di seluruh Jepang.
Salah satu perusahaan yang terdampak adalah Kentucky Fried Chicken (KFC) di Jepang. Perusahaan menyatakan akses tidak sah ke sistem Nichirei menghambat pengiriman berbagai bahan baku, termasuk ayam Original Recipe yang menjadi menu andalannya.
Akibat gangguan tersebut, lebih dari 1.300 gerai KFC di Jepang berpotensi mengalami keterbatasan stok bahan makanan. Perusahaan memperingatkan sejumlah gerai mungkin hanya dapat menyediakan menu terbatas, mengurangi jam operasional, bahkan menutup layanan sementara apabila persediaan habis.
KFC Jepang juga menghentikan sementara layanan pemesanan melalui situs web dan aplikasi selulernya karena belum dapat memastikan kapan distribusi kembali normal.
Perusahaan menyatakan masih melakukan penyesuaian distribusi produk di tengah terbatasnya pasokan dari jaringan logistik.
“Sulit untuk mengirimkan pesanan sesuai urutan pemesanan. Kami sedang melakukan penyesuaian pada pengiriman beberapa produk," demikian pernyataan KFC.
Supermarket hingga Restoran Ikut TerdampakGangguan tidak hanya dirasakan KFC. Sejumlah operator restoran dan perusahaan makanan besar di Jepang juga melaporkan keterlambatan distribusi akibat terhentinya sebagian operasi Nichirei.
Jaringan restoran bento Hotto Motto, restoran Yayoi Ken, hingga restoran sushi Kura Sushi melaporkan kendala pasokan. Sementara itu, peritel Aeon menyebut beberapa gerai supermarket mengalami kekurangan produk.
Produsen makanan beku TableMark juga mengatakan belum dapat mengirimkan produknya kepada pengecer maupun pelanggan bisnis karena terganggunya jaringan distribusi.
Nichirei memperkirakan proses pemulihan sistem dimulai secara bertahap pada Jumat (17/7), namun belum dapat memastikan kapan seluruh layanan kembali normal.
Potensi Kebocoran Data Masih DiselidikiSelain mengganggu operasional, perusahaan menemukan sejumlah server yang terdampak serangan menyimpan informasi pribadi pelanggan. Nichirei telah melaporkan insiden tersebut kepada otoritas perlindungan data Jepang.
Perusahaan menyatakan akan segera memberikan pemberitahuan apabila penyelidikan membuktikan terjadi kebocoran data.
Hingga kini Nichirei belum mengungkap identitas pelaku maupun metode yang digunakan untuk membobol sistem perusahaan. Perusahaan juga belum memastikan apakah serangan tersebut menggunakan ransomware.
Insiden Nichirei menambah daftar perusahaan besar di Jepang yang menjadi korban serangan siber dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, operator telekomunikasi KDDI, perusahaan asuransi Aflac Jepang, produsen elektronik Nidec, dan perusahaan minuman Sapporo Holdings juga melaporkan insiden serupa.
Belum ada indikasi bahwa seluruh serangan tersebut saling berkaitan. Namun, kasus Nichirei menunjukkan serangan siber kini semakin menyasar infrastruktur pendukung aktivitas ekonomi, termasuk jaringan logistik pangan.




