Sudirman Said kembali diperiksa sebagai saksi kasus Petral

antaranews.com
7 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said kembali diperiksa penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengadaan minyak mentah oleh Pertamina Energy Trading Ltd. (Petral) periode 2008–2015.

Sudirman Said di Gedung Jampidsus Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat, mengatakan dirinya kembali diminta memberikan keterangan terkait perkara tersebut.

"Undangan untuk memberikan keterangan. Kelihatannya masih urusan sama Petral itu," katanya.

Namun, ia enggan menjelaskan lebih lanjut mengenai substansi pemeriksaan.

Baca juga: Sudirman Said harap pemerintah miliki "political will" kuat lawan mafia migas

Sudirman juga membantah dirinya diperiksa terkait kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.

"Enggak lah," ujarnya.

Pemeriksaan kali ini merupakan yang ketiga bagi Sudirman sebagai saksi dalam perkara tersebut.

Sebelumnya, ia telah dimintai keterangan pada Desember 2025 dan April 2026 terkait perannya sebagai Senior Vice President Kepala Integrated Supply Chain PT Pertamina (Persero) pada 2008–2009, sebelum menjabat Menteri ESDM pada 2014–2016.

Baca juga: Sudirman Said kembali diperiksa Kejagung terkait kasus minyak mentah

Dalam perkara ini, penyidik telah menetapkan tujuh tersangka, yakni Mohammad Riza Chalid (MRC), IRW, BBG, AGS, MLY, NRD, dan TFK.

Mohammad Riza Chalid merupakan *beneficial owner* Gold Manor, VeritaOil, dan Global Energy Resources (GER).

Saat ini ia juga masuk dalam daftar "Red Notice" Interpol terkait perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) periode 2018–2023.

IRW merupakan pihak swasta sekaligus direktur sejumlah perusahaan milik Mohammad Riza Chalid. Sementara BBG menjabat Manager Niaga Direktorat Pemasaran dan Niaga PT Pertamina serta terakhir sebagai Managing Director Pertamina Energy Services (PES).

Baca juga: Sudirman Said buka suara soal diperiksa jadi saksi kasus minyak mentah

AGS merupakan Head of Trading Pertamina Energy Services periode 2012–2014. MLY menjabat Senior Trader Pertamina Energy Services Pte Ltd. periode 2009–2015, sedangkan NRD merupakan Crude Trading Manager pada perusahaan yang sama.

TFK merupakan mantan Vice President Integrated Supply Chain (ISC) PT Pertamina yang terakhir menjabat Direktur Utama PT Pertamina International Shipping.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kebanyakan Scrolling? Yuk Olahraga Untuk Bantu Jaga Fungsi Otak
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Alasan Argentina Kerap Tak Diunggulkan di Piala Dunia 2026 Sebelum Tembus Final: Susah Menang dan Nyaris Disingkirkan Mesir
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Wamen ESDM Pastikan Evaluasi Menyeluruh Kelangkaan BBM di Sumut
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Liga Spanyol Cetak Rekor Pendapatan Rp94,7 Triliun, Musim 2025/2026 Jadi Tersukses
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Jadwal Japan Open 2026 Hari Ini: 4 Wakil Indonesia Siap Berjuang ke Semifinal
• 7 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.