Sebut PHK di RI Luar Biasa, Anggota DPR Desak Menteri PPMI Bantu WNI Kerja ke LN

kompas.com
11 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi IX DPR Fraksi Nasdem Irma Chaniago meminta kepada Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) Mukhtarudin untuk mengantar para WNI bekerja ke luar negeri (LN).

Irma menyampaikan, PHK memang sedang terjadi secara luar biasa di dalam negeri.

Hal tersebut Irma sampaikan saat sedang rapat Komisi IX DPR bersama Menteri PPMI, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (17/7/2026).

“Hari ini kita tahu PHK di dalam negeri kan luar biasa. Sebetulnya itu bisa menjadi poin Bapak ya, untuk bisa mengantarkan anak-anak Indonesia yang rakyat Indonesia yang ter-PHK tersebut bisa mendapatkan pekerjaan gitu,” ujar Irma.

Baca juga: Koalisi Buruh Siapkan 8 Usulan untuk RUU Ketenagakerjaan, dari PHK hingga Outsourcing

Irma menuturkan, dalam beberapa kunjungan kerja Komisi IX DPR ke luar negeri, mereka selalu berkomunikasi dengan kedutaan setempat.

Dia membeberkan, di luar negeri, terdapat banyak lowongan pekerjaan.

“Sebetulnya banyak, ya walaupun enggak begitu besar-besar di seluruh dunia itu, banyak sebetulnya lowongan pekerjaan yang bisa diisi. Maka kemudian Bapak Menteri harus komunikasi secara efektif dengan Atase Ketenagakerjaan maupun dengan duta-duta besar,” tutur dia.

“Ya kayak di Serbia kita pergi kemarin ketemu dengan duta besarnya banyak Pak, ketenagakerjaan lowongan kerja yang bisa kita isi gitu ya. Jadi, enggak perlu harus yang wah banyak banget gitu enggak perlu juga. Itu perlu, tapi yang kecil-kecil pun enggak apa-apa,” sambung Irma.

Baca juga: Usulan 6 Golongan Baru Penerima Transum Gratis, dari Pendamping Disabilitas hingga Korban PHK

Maka dari itu, Irma menekankan dirinya tidak terlalu menganggap penting laporan Mukhtarudin dalam rapat, yakni perihal raihan WTP dari BPK di tahun 2025.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dia berseloroh singkatan WTP kadang sebenarnya hanyalah Wajar Tidak Diperiksa, bukan Wajar Tanpa Pengecualian.

“Jadi, enggak terlalu penting bagi saya, bagaimana saya tahu Bapak mengerjakan keuangan pengelolaan cash flow pengelolaan Bapak itu bagus dan saya yakin itu bagus,” imbuh Irma.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengadaan Motor Listrik Belum Jadi Aset Meski Pembayaran Sudah Lunas, Ini Penjelasan BGN
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
Tanda Orang yang Kelewat Mandiri dan Cara Mengatasinya
• 14 jam lalubeautynesia.id
thumb
Tak Menyangka! Reza Arap Ungkap Reaksi Pertama Saat Dipilih Jadi Broadcast Partner Piala AFF 2026
• 15 jam laluintipseleb.com
thumb
Prabowo Pimpin Panen Raya TNI Serentak di 43 Lokasi
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
Respons Liga Aspal Menteng, Pramono Janji Perbanyak Lapangan Sepak Bola di Jakarta
• 5 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.