Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih memiliki peluang besar untuk memperoleh keuntungan setelah pemerintah menetapkan koperasi tersebut sebagai jalur utama penyaluran berbagai barang bersubsidi.
Purbaya menilai, keputusan pemerintah yang mengarahkan seluruh barang bersubsidi disalurkan melalui jaringan Kopdes Merah Putih akan memberikan kepastian usaha sekaligus sumber pendapatan bagi koperasi di tingkat desa.
“Kemarin diputuskan di rapat kabinet bahwa semua barang-barang yang bersubsidi akan disalurkan lewat Koperasi Desa Merah Putih dan tidak diperjualbelikan di luar itu," kata Purbaya kepada wartawan di Alun-Alun Selatan, Kota Yogyakarta, dikutip Jumat (17/7)
Bendahara negara ini berpandangan, skema tersebut akan membuat koperasi memiliki aktivitas usaha yang berkelanjutan karena menjadi bagian dari rantai distribusi barang subsidi pemerintah.
“Harusnya dari situ saja Koperasi Desa Merah Putih sudah pasti untung. Asal enggak dikorupsi, harusnya sih aman,” katanya.
Selain memastikan potensi keuntungan koperasi, pemerintah juga telah menyiapkan dukungan pembiayaan pada masa awal operasional. Purbaya mengatakan negara akan menanggung biaya pelatihan serta gaji pegawai koperasi selama sekitar satu setengah hingga dua tahun pertama agar pengelolaan koperasi dapat berjalan optimal sebelum mampu berdiri secara mandiri.
Sebelumnya, dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, pemerintah memutuskan Kopdes Merah Putih menjadi infrastruktur utama penyaluran bantuan sosial dan berbagai barang bersubsidi.
Selain itu, koperasi juga akan berperan sebagai pembeli (offtaker) hasil panen petani, khususnya gabah, beras, dan jagung, untuk menjaga stabilitas harga di tingkat produsen.




