Dampak Bullying Terhadap Perkembangan Anak-Anak

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bullying memiliki dampak negatif terhadap perkembangan anak. Baik pelaku maupun korban sama-sama berpotensi mengalami dampaknya. Di zaman sekarang pem-bully-an sudah banyak di seluruh belahan dunia, dikarenakan dengan platform media sosial saja kita sudah dapat melihat banyak korban pembulyyan.

Faktor yang menyebabkan terjadinya bully, yakni karena adanya faktor kurang kasih sayang dan kurang perhatian. Dampak yang dihadapi korban bullying yakni jadi suka menyendiri hal ini menyebabkan korban menjadi anti sosial.

Orang tua mempunyai peran penting dalam mencegah dan menangani tindakan bullying. Karena orang tua merupakan pilar dalam penentuan sikap dan sifat anak kedepannya, orang tua meupakan contoh pertama yang akan ditiru anak.

Upaya yang dilakukan orang tua yakni dengan memberi motivasi kepada anak serta memberikan dorongan agar anak dapat bersosialisasi seperti anak pada umumnya.

Empat Bentuk Bullying
  1. Bullying verbal, merupakan bentuk penindasan yang paling umum digunakan, bullying verbal mudah dilakukan dan dapat dibisikkan di hadapan orang dewasa serta teman sebaya. Seperti celaan, cemoohan serta kata-kata yang menyakiti hati orang lain.

  2. Bullying fisik, merupakan jenis bullying yang paling tampak dan paling dapat diidentifikasi diantara bentuk-bentuk penindasan lainya. Seperti pukulan, menendang, menampar, meludahi atau segala bentuk kekerasan menggunakan fisik.

  3. Bullying Relassional, jenis ini paling sulit dideteksi dari luar. Penindasan relassional adalah pelemahan harga diri si korban penindasan secara sistematis melalui pengabaian, pengucilan, cibiran dan segala bentuk tindakan untuk mengasingkan seseorang.

  4. Cyber Bullying, ini adalah bentuk dari bullying yang terbaru karena semakin berkembangnya teknologi, internet dan media sosial. Seperti mengirim pesan yang menyakitkan atau menggunakan gambar, meninggalkan pesan voicemail yang kejam, menelepon terus menerus tanpa henti namun tidak mengatakan apa-apa (silent calls), membuat website yang memalukan bagi si korban, si korban dihindarkan atau dijauhi dari chat room dan lainnya.

Dampak bullying tidak hanya dirasakan oleh para korban saja, pelaku bullying juga mendapat dampak yang negatif terhadap dirinya dan lingkungannya. Dampak bagi pelaku bullying diantaranya pelaku bullying mempunyai empati yang minim dalam interaksi terhadap sosial.

Bukan hanya empatinya saja yang bermasalah tapi juga perilakunya pun tak normal. Perilaku yang hiperaktif dan pro-sosial saling berkaitan dengan tindakan pelaku bullying terhadap lingkungan disekitarnya.

Pelaku bullying memiliki tingkat gangguan kesehatan mental terutama gejala emosional yang lebih tinggi dibandingkan dengan korban bullying. Dampak bagi korban bullying seperti mengalami kekerasan fisik dan juga verbal. Tindakan seperti ini dapat menjadi trauma berkepanjangan.

Di usia mereka harusnya dipenuhi dengan perasaan bahagia dan senang selalu bukan dipenuhi dengan perasaan tertekan yang timbul dari lingkungannya. Hal ini akan menanamkan trauma yang mendalam pada diri anak.

Dua Aspek Bullying bagi Korban

1. Aspek Sosial Emosional

Korban bullying berpotensi mengalami gangguan kecemasan dan depresi yang berpengaruh pada perkembangan sosial emosionalnya. Contoh: murung, pendiam, emosi tidak terkontrol, dan sebagainya.

2. Aspek Kognitif

Bullying dapat menghambat perkembangan kognitif anak. Perasaan takut yang ditimbulkan bullying bisa menyebabkan anak tidak berani mengungkapkan ide dan gagasan sehingga mengganggu perkembangan kognitifnya. Selain itu, Ketidakpercayaan diri ini di masa mendatang dapat menghambat anak dalam memaksimalkan potensi kognitifnya.

Bullying adalah tindakan tidak terpuji berupa penindasan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan tujuan menyakiti orang lain, baik secara fisik maupun psikis. Umumnya, tindakan ini bersifat agresif, mengintimidasi, dan dilakukan secara berulang atau terus-menerus.

Menurut Kemendikbud cara mengatasi perundungan atau bullying yakni dengan 12 merancang program anti-bullying dengan menghadirkan program pencegahan perundungan di sekolah, bekerjasama dengan masyarakat luas atau organisasi.

Upaya mengatasi tindakan bullying di sekolah yaitu membuat suasana yang kondusif untuk dapat mencegah tindakan bullying. Membuat konsep sekolah tanpa bullying perlu digunakan sedini mungkin kepada siswa dan juga kepada orang tua siswa.

Dengan memberikan informasi sedini mungkin kepada siswa dan orang tua diharapkan dapat memahami nilai-nilai yang diberlakukan di sekolah serta orang tua dapat membantu. Siswa perlu diberikan pemahaman tentang bullying dan juga dampaknya sehingga sekolah menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi siswa.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perang Berubah Total! AS Hancurkan Gudang Pangan Iran, Lima Prediksi Mengerikan Akan Mengubah Dunia
• 12 jam laluerabaru.net
thumb
Tawuran di Depok, 6 Pemuda Bersajam Ditangkap Polisi
• 18 jam laluokezone.com
thumb
BPOM: Bio-TCV salah satu solusi cegah bahaya resistensi antimikroba
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Polda Metro Limpahkan Don Ritto Tersangka Korupsi dan TPPU ke Kejagung
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Fenomena SD Negeri Sepi Peminat: DPR Minta Evaluasi, Pemerintah Siapkan Langkah
• 14 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.