Prabowo Minta Blok Masela Jadi Penggerak Ekonomi & Kesejahteraan Indonesia Timur

jpnn.com
11 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - JAKARTA - Proyek LNG LNG (Liquefied Natural Gas) Abadi Masela di Maluku resmi memasuki tahap peletakan batu pertama (groundbreaking), Kamis (16/7).

Presiden Prabowo Subianto meminta supaya Proyek LNG Abadi Masela itu dapat menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat, khususnya di kawasan Indonesia timur.

BACA JUGA: Bahlil Buka–bukaan soal LNG Masela, Menggiurkan

"Ini juga memperkuat kemandirian energi nasional Indonesia dan menjadi tonggak yang penting bagi kesejahteraan Indonesia," ujar Prabowo via sambungan Zoom.

Menurut dia, proyek strategis tersebut harus memberikan manfaat bagi rakyat, bukan sekadar menghasilkan keuntungan bagi investor.

BACA JUGA: Menjemput Masa Depan Tanimbar: Transformasi Humanis di Tengah Gelombang Investasi Masela

Dia menegaskan pembangunan proyek energi harus berlandaskan prinsip saling menguntungkan.

Menurut Prabowo, pemerintah ingin memastikan investor memperoleh keuntungan sehingga iklim investasi tetap terjaga.

BACA JUGA: Prabowo Subianto untuk Indonesia Raya

Namun, pada saat yang sama, masyarakat Indonesia juga harus menikmati hasil pembangunan.

"Jalankan proyek ini dengan sebaik-baiknya atas dasar saling menguntungkan. Para investor harus untung," ungkapnya.

Ketua umum Partai Gerindra itu menuturkan bahwa Indonesia sebagai negara tuan rumah memiliki tanggung jawab memberikan kepastian dan kenyamanan kepada para mitra investasi.

Namun, dia mengingatkan pemerintah memiliki tanggung jawab yang lebih besar kepada rakyat Indonesia yang masih membutuhkan peningkatan kesejahteraan.

"Sebaliknya, kami punya tanggung jawab yang besar kepada rakyat kita. Masih banyak yang hidupnya susah," imbuhnya.

Prabowo juga meminta seluruh pihak mengutamakan keterlibatan masyarakat lokal dalam pengembangan Blok Masela baik melalui penyerapan tenaga kerja maupun pelibatan pelaku usaha daerah.

"Kalau ada pengusaha lokal yang mungkin masih kurang kompetensinya, ya dibantu. Harus ada keberpihakan, ada affirmative action,” tambahnya. (dit/jpnn)


Redaktur : M. Kusdharmadi
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Awas! Generasi Muda Rentan Jadi Sasaran Kejahatan Digital
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
Viral Warga Sweeping Waria di Bogor, Walkot Ingatkan Tak Main Hakim Sendiri
• 10 jam laludetik.com
thumb
Kronologi Gudang Amunisi di Madiun Meledak Saat Dilakukan Prosedur Pemeriksaan, Tewaskan 1 Prajurit TNI AD
• 6 jam lalugrid.id
thumb
Prabowo Mau Bangun 30 Pabrik Etanol, Kejar Target BBM E10 pada 2027
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Erling Haaland Akhirnya Respons Ajakan Makan Malam Tom Holland
• 9 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.