Jakarta (ANTARA) - Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, rampung dan dapat dimanfaatkan pada tahun ajaran 2027.
Pelaksana tugas Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU Kuswara dalam keterangan di Jakarta, Jumat, mengatakan lokasi pembangunan memiliki tantangan karena berada di kawasan lereng perbukitan dengan luas sekitar 19,5 hektare.
Menurut dia, keseluruhan proses, mulai dari lelang hingga pembangunan selesai, diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu tahun, sedangkan pekerjaan konstruksi fisik berlangsung sekitar lima hingga enam bulan.
"Targetnya pada tahun ajaran baru 2027 sekolah sudah dapat digunakan," ujar Kuswara dalam keterangannya.
Kawasan Sekolah Rakyat itu akan dilengkapi berbagai fasilitas pendidikan dan penunjang. Selain gedung sekolah untuk jenjang SD hingga SMA, akan dibangun asrama siswa, rumah susun guru, gedung serbaguna, masjid, kantin dan dapur, rumah ibadah, serta berbagai fasilitas pendukung seperti lapangan olahraga.
Baca juga: Kementerian PU targetkan SR Kabupaten Bekasi tuntas 20 Juni 2026
Baca juga: Brantas Abipraya dukung sertifikasi 300 pekerja konstruksi SR Lampung
Kemudian pos jaga, tempat penampungan sampah, rumah genset, rumah pompa, tangki air, fasilitas proteksi kebakaran, pagar kawasan dan gerbang utama.
Dalam kesempatan itu, Kuswara juga meminta agar penempatan asrama guru tidak terlalu jauh dari asrama siswa. Menurut dia, kedekatan lokasi akan memudahkan guru melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap peserta didik.
Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU Kuswara menerima audiensi Bupati Tanah Datar Eka Putra beserta jajaran di Jakarta. Pertemuan itu membahas rencana pembangunan Sekolah Rakyat yang akan berlokasi di Nagari Tanjung Alam.
Sementara itu, Bupati Tanah Datar Eka Putra menyatakan pemerintah daerah menyambut baik dukungan Kementerian PU dalam pembangunan Sekolah Rakyat.
Ia mengakui kondisi lahan yang berbukit menjadi tantangan, namun optimistis proses pembangunan dapat berjalan sesuai rencana melalui pematangan lahan yang tepat.
Eka juga berharap desain bangunan dapat mengakomodasi kearifan lokal Minangkabau, antara lain melalui penerapan unsur arsitektur rumah adat pada kawasan sekolah.
Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar siap berkoordinasi dan menerima berbagai masukan agar pembangunan dapat berlangsung lancar.
Baca juga: Kementerian PU komitmen SR Tahap II siap dukung penerimaan siswa baru
Baca juga: Dirjen PU tinjau lokasi pembangunan SR di Bangka Tengah
Pelaksana tugas Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU Kuswara dalam keterangan di Jakarta, Jumat, mengatakan lokasi pembangunan memiliki tantangan karena berada di kawasan lereng perbukitan dengan luas sekitar 19,5 hektare.
Menurut dia, keseluruhan proses, mulai dari lelang hingga pembangunan selesai, diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu tahun, sedangkan pekerjaan konstruksi fisik berlangsung sekitar lima hingga enam bulan.
"Targetnya pada tahun ajaran baru 2027 sekolah sudah dapat digunakan," ujar Kuswara dalam keterangannya.
Kawasan Sekolah Rakyat itu akan dilengkapi berbagai fasilitas pendidikan dan penunjang. Selain gedung sekolah untuk jenjang SD hingga SMA, akan dibangun asrama siswa, rumah susun guru, gedung serbaguna, masjid, kantin dan dapur, rumah ibadah, serta berbagai fasilitas pendukung seperti lapangan olahraga.
Baca juga: Kementerian PU targetkan SR Kabupaten Bekasi tuntas 20 Juni 2026
Baca juga: Brantas Abipraya dukung sertifikasi 300 pekerja konstruksi SR Lampung
Kemudian pos jaga, tempat penampungan sampah, rumah genset, rumah pompa, tangki air, fasilitas proteksi kebakaran, pagar kawasan dan gerbang utama.
Dalam kesempatan itu, Kuswara juga meminta agar penempatan asrama guru tidak terlalu jauh dari asrama siswa. Menurut dia, kedekatan lokasi akan memudahkan guru melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap peserta didik.
Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU Kuswara menerima audiensi Bupati Tanah Datar Eka Putra beserta jajaran di Jakarta. Pertemuan itu membahas rencana pembangunan Sekolah Rakyat yang akan berlokasi di Nagari Tanjung Alam.
Sementara itu, Bupati Tanah Datar Eka Putra menyatakan pemerintah daerah menyambut baik dukungan Kementerian PU dalam pembangunan Sekolah Rakyat.
Ia mengakui kondisi lahan yang berbukit menjadi tantangan, namun optimistis proses pembangunan dapat berjalan sesuai rencana melalui pematangan lahan yang tepat.
Eka juga berharap desain bangunan dapat mengakomodasi kearifan lokal Minangkabau, antara lain melalui penerapan unsur arsitektur rumah adat pada kawasan sekolah.
Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar siap berkoordinasi dan menerima berbagai masukan agar pembangunan dapat berlangsung lancar.
Baca juga: Kementerian PU komitmen SR Tahap II siap dukung penerimaan siswa baru
Baca juga: Dirjen PU tinjau lokasi pembangunan SR di Bangka Tengah





