Tren BBQ Home Service Meningkat, Mulai Geser Sajian Katering Prasmanan?

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

BBQ home service kerap dipilih sebagai alternatif konsep penyajian makanan kala pengin mengadakan acara di rumah, namun tak sempat masak. Terlebih layanan home service seperti ini menyajikan konsep live cooking sehingga mempertontonkan aksi memasak yang menarik. Keunggulan lainnya, konsep seperti ini menyuguhkan makanan yang fresh dan hangat karena baru dimasak di tempat.

Berbeda dengan prasmanan katering yang cenderung kaku, home service juga dinilai lebih berbasis pengalaman (experience-based) sehingga menarik minat masyarakat. Bukan hanya dilakukan di rumah atau gedung acara, bbq home service seperti ini juga bisa disajikan untuk gathering kantor.

Fenomena pergeseran minat akan konsep interaktif ini juga dirasakan oleh Alyssa Rinsky, co-owner Steggo; yang juga menyediakan layanan katering serupa. Ia mencatat adanya perluasan demografi konsumen dalam dua tahun belakangan terkait pemesanan bbq home service.

“Permintaan pasar terus mencatatkan tren peningkatan. Pada masa operasional awal, pesanan didominasi oleh perayaan ulang tahun anak serta pertemuan keluarga skala kecil. Namun pada perkembangan saat ini, kami rutin menerima permintaan dari kawasan perkantoran untuk kegiatan team gathering dan corporate event dengan jumlah tamu masif,” tutur Alyssa.

Untuk merespons tingginya volume pesanan dari sektor perkantoran tersebut, layanan bbq home service menyesuaikan skema operasionalnya agar lebih memfasilitasi pihak penyelenggara. Sementara penyelenggara, diharapkan dapat menyediakan lahan atau area yang agak luas dan terbuka untuk memasak. Tim dari penyedia jasa akan datang membawa bahan baku beserta alat panggang.

“Seluruh proses di lapangan dikelola langsung oleh tim operasional. Pihak penyelenggara bisa mengikuti jalannya acara tanpa memikirkan penyajian hidangan. Sistem ini dapat beradaptasi dengan variasi skala acara klien,” tambahnya.

Di sisi lain, paparan organik dari unggahan visual tamu di media sosial saat sesi live cooking berlangsung, turut mempercepat penyebaran informasi mengenai tren layanan ini kepada audiens yang lebih luas.

Pada akhirnya, kehadiran konsep katering yang mengedepankan interaksi perlahan menggeser kebiasaan lama dalam penyelenggaraan acara di kawasan urban.

“Konsumen saat ini memiliki kecenderungan untuk mencari momen kebersamaan yang melibatkan partisipasi aktif. Melihat proses memasak daging bbq secara langsung pada dasarnya menjadi elemen hiburan yang mendukung jalannya sebuah kegiatan kebersamaan,” pungkas Alyssa.

Nah, kalau kamu sendiri lebih suka konsep bbq home service atau katering prasmanan?


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Buka Kemungkinan Pangkas Anggaran TNI-Polri atasi Kemiskinan
• 50 detik lalukompas.com
thumb
Transformasi Pelabuhan Pupuk Kaltim Dukung Transisi Energi Nasional
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Wapres AS JD Vance Tuding Pejabat Israel Coba Gagalkan Kesepakatan dengan Iran
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Balas Serangan AS, Iran Gempur Pangkalan Militer di Suriah
• 5 jam laludetik.com
thumb
Febrie Tersandung 3 Kasus Korupsi
• 17 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.