Pantau - Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Anthony Leong menilai sistem penyaluran bahan bakar minyak (BBM) perlu dievaluasi secara menyeluruh menyusul kelangkaan dan antrean panjang yang sempat terjadi di Sumatera Utara.
Anthony mengatakan solusi jangka panjang tidak cukup hanya dengan menambah armada distribusi.
Ia mengungkapkan, "Saya melihat solusi jangka panjang tidak cukup hanya mengandalkan penambahan armada. Menurut saya, perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap rantai pasok dan sistem distribusi BBM, termasuk kesiapan infrastruktur logistik, pengelolaan stok, serta pemantauan pasokan secara real time agar distribusi dapat berjalan lebih efektif."
Anthony menilai keamanan pasokan energi harus didukung sistem mitigasi risiko yang kuat, ketersediaan stok penyangga yang memadai, serta kesiapan menghadapi berbagai potensi gangguan distribusi.
HIPMI Soroti Pentingnya Sinergi AntarinstansiAnthony menekankan perlunya sinergi antara Pertamina, pemerintah daerah, dan aparat dalam menjaga kelancaran distribusi energi, terutama saat terjadi lonjakan permintaan.
Menurutnya, koordinasi yang baik dapat mempercepat pengambilan keputusan, menjaga kelancaran distribusi, serta meminimalkan kepanikan masyarakat akibat informasi yang tidak akurat.
Ia mengatakan, “Pada akhirnya, sinergi seluruh pihak menjadi kunci untuk menjaga stabilitas pasokan energi, mendukung keberlangsungan aktivitas ekonomi daerah, serta memberikan kepastian bagi masyarakat dan pelaku usaha.”
HIPMI juga mengapresiasi inspeksi mendadak yang dilakukan Anggota Komisi XII DPR RI Ade Jona Prasetyo terkait persoalan antrean dan kelangkaan BBM di Sumatera Utara.
Anthony menilai koordinasi antara DPR, Pertamina, pemerintah daerah, dan aparat dapat mempercepat penyelesaian masalah sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat sistem distribusi BBM.
Pertamina Perkuat Distribusi BBM di Sumatera UtaraPT Pertamina Patra Niaga mencatat kebutuhan BBM di wilayah Medan meningkat sekitar 5 hingga 10 persen dibandingkan rata-rata harian.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menyatakan perusahaan mempercepat penguatan kapasitas distribusi agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
Pertamina menambah 10 unit mobil tangki operasional, 30 unit mobil tangki spot charter, serta memperkuat distribusi dengan tambahan 34 Awak Mobil Tangki (AMT) dan dukungan 16 personel Bekangdam.
Perusahaan juga mengoptimalkan operasional Fuel Terminal Medan dan sejumlah SPBU selama 24 jam, dengan realisasi penyaluran pada 14 Juli 2026 mencapai 104 persen dari target harian melalui pengoperasian 149 unit mobil tangki atau 115 persen dari kapasitas yang direncanakan.
Saat ini operasional Fuel Terminal Medan telah kembali normal dan Pertamina terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta pemangku kepentingan untuk menjaga keandalan pasokan energi kepada masyarakat.




