Antisipasi Air PAM Mati, Warga Cengkareng Jakbar Penuhi Ember dan Toren Sejak Pagi

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga RW 09, Kelurahan Cengkareng Timur, Jakarta Barat, mulai bersiap menghadapi penghentian sementara pasokan air PAM JAYA dengan menampung air di berbagai wadah, mulai dari ember, tong, hingga toren.

Bagi warga yang tidak memiliki cadangan air yang cukup, membeli air tanah dari penjual air dorong menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama pasokan air dihentikan.

Salah seorang warga RT 01 RW 09, Ani (46), mengaku hanya mengandalkan ember dan tong sebagai tempat penampungan air karena tidak memiliki toren berkapasitas besar.

Baca juga: Pasokan PAM Bakal Terhenti, Warga Cengkareng Mulai Tampung Air di Tong dan Ember

"Yang paling besar satu tong, yang kecil satu dua tong. Terus ember sama bak tiga. Buat mandi, nyuci, cuci piring, pokoknya semua keperluan. Enggak punya toren yang gede," ujarnya saat ditemui Kompas.com, Jumat (17/7/2026).

Ani mengatakan keluarganya hanya mengandalkan pasokan air PAM.

Menurut dia, tidak semua warga memiliki sumur maupun akses air tanah sebagai cadangan.

"Enggak ada cadangan lain, cuma air PAM. Air tanah juga enggak semua warga punya," katanya.

Baca juga: Air PAM Berpotensi Mati Sementara di 7 Kelurahan Jakarta Mulai 17 Juli, Cek Lokasinya

Di rumahnya, Ani tampak telah menampung air bersih di tiga ember berukuran sedang.

Selain itu, bak mandi juga sudah diisi penuh sebagai persediaan selama gangguan berlangsung.

Persiapan serupa dilakukan Iing Yuningsih (59). Ia mengaku telah mengisi toren dan beberapa ember setelah mendapat informasi mengenai penghentian sementara layanan air.

"Persiapannya ya ngisi ember sama toren. Alhamdulillah saya ada toren," ucapnya.

Baca juga: Ada Mobil Tangki Gratis Selama Air PAM Mati di Jakbar, Begini Cara Aksesnya

Meski saat diwawancarai aliran air di rumahnya masih mengalir, Iing mengetahui gangguan layanan diperkirakan berlangsung selama beberapa hari.

Apabila cadangan air habis, ia berencana membeli air tanah dari penjual air dorong.

"Kalau enggak ada air, paling beli air tanah. Di bedeng ada yang jual, satu jeriken itu Rp 1.000," tuturnya.

Sementara itu, warga lainnya, Ila (35), hanya mengandalkan lima ember sebagai tempat penampungan air.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Mulai 17 Juli, Pasokan Air PAM Jaya di 7 Kelurahan Jakbar Terhenti Sementara Selama 6 Hari


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sensus Ekonomi 2026 Dinilai Jadi Fondasi Kebijakan Berbasis Bukti, GREAT Institute Ajak Masyarakat Berpartisipasi
• 2 jam lalupantau.com
thumb
BMKG Deteksi Potensi Awan Cumulonimbus Sepekan ke Depan
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
FANTASTIS! Prabowo Sebut Proyek LNG Abadi Masela Investasi US$20,9 Miliar, Dorong Hilirisasi RI
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Sudirman Said Kembali Diperiksa Kejagung Terkait Kasus Petral
• 12 jam lalukompas.com
thumb
OJK Cabut Izin Usaha Bank di Depok, LPS Siapkan Proses Likuidasi
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.