Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat realisasi penyaluran pembiayaan rumah subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui program KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tembus 101.978 unit per 15 Juli 2026.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho menjelaskan bahwa realisasi tersebut merepresentasikan nilai pembiayaan yang setara dengan Rp12,67 triliun sepanjang tahun ini.
Selain realisasi tersebut, terdapat 25.599 unit rumah yang masih berada dalam berbagai tahapan proses, mulai dari pembangunan, persiapan akad, persetujuan kredit, hingga menanti proses pencairan akhir dari bank penyalur.
Sejalan dengan realisasi yang ada, BP Tapera mengaku optimistis dapat menyalurkan secara maksimal kuota FLPP yang ditetapkan pemerintah sebanyak 350.000 unit rumah sepanjang tahun ini.
"Kami optimistis target penyaluran FLPP tahun 2026 dapat tercapai melalui penguatan kolaborasi dengan seluruh bank penyalur dan pengembang," ujar Heru dalam keterangan resminya, Jumat (17/7/2026).
Sementara itu, sebagai strategi mendorong penyaluran di sisa tahun ini, BP Tapera mengungkap akan menggelar agenda Akad Massal dan Serah Terima Kunci untuk sekitar 62.000 unit KPR FLPP dalam waktu dekat.
Baca Juga
- Sertifikat Rumah MBR Digratiskan
- Driver Gojek Kini Bisa Dapat KPR Rumah Subsidi DP 0%
- Pemerintah Salurkan Rumah Subsidi Senilai Rp11,37 Triliun di Semester I/2026
Pelaksanaan tersebut diharapkan mampu mengakselerasi penyaluran FLPP yang saat ini sisa kuotanya masih berada di kisaran 248.000 unit.
Selain itu, strategi mendorong akad massal ini juga diharapkan mampu memangkas backlog perumahan nasional secara signifikan melalui integrasi akad luring dan daring di 36 provinsi.
"Yang terpenting, semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang dapat segera memiliki rumah pertama dengan skema pembiayaan yang terjangkau," pungkas Heru.
Sebagai informasi, pemerintah mengalokasikan kuota rumah subsidi FLPP sebesar 350.000 unit sepanjang tahun ini. Di mana, total alokasi anggaran yang diguyurkan untuk mendukung penyaluran 350.000 unit rumah FLPP tembus Rp35 triliun.





