Prabowo Cek Mesin Pemusnah Sampah Sebelum Panen Raya Program TNI

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto meninjau mesin pengolah sampah sebelum menghadiri acara panen raya serentak di seluruh wilayah Indonesia yang digelar bersama TNI.

Dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, saat Prabowo tiba di Lanud Abdulrachman Saleh Malang, Jumat (17/7/2026), sekitar pukul 15.00 WIB.

Setibanya di lokasi, Prabowo langsung meninjau salah satu mesin pemusnah sampah MOTAH yang ada di area tersebut.

Prabowo didampingi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi saat meninjau mesin itu.

Baca juga: Presiden Prabowo Akan Pimpin Panen Raya Padi, Tebu, dan Kedelai di Malang

Kepala Negara juga mendapat penjelasan soal mesin pengolah sampah itu oleh seorang tentara perempuan.

Prabowo sempat bertanya soal detail mesin itu namun tak begitu terdengar jelas suaranya.

Setelahnya, Prabowo sempat menyapa perwakilan tentara lain dari berbagai daerah yang hadir secara virtual.

Setelah meninjau mesin pengolah sampah, Prabowo juga meninjau beberapa contoh hasil olahan sampah di antaranya paving block.

Baca juga: Prabowo Bertolak ke Jawa Timur Pimpin Panen Raya di 43 Titik Seluruh Indonesia

Dari situ, Prabowo kemudian melanjutkan perjalanan ke area lokasi panen raya serentak yang masih berada di kawasan Lanud Abdulrachman Saleh.

Prabowo juga langsung disambut tarian tradisional setempat.

Kepala Negara kemudian menyapa pejabat TNI setempat dan dijelaskan soal panen raya yang dihadirinya ini.

Prabowo juga melihat alat untuk pertanian serta hasil olahan panen tebu.

Prabowo ke Malang

Sebelumnya diberitakan, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan kehadiran Prabowo hari ini dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan.

Program ketahanan pangan TNI ini melibatkan tiga matra sesuai keunggulan masing-masing.

"TNI AD mendampingi budidaya padi dan jagung, TNI AL mengembangkan kedelai, sedangkan TNI AU berfokus pada tebu," ucap Prasetyo.

Dia merincikan, sepanjang Januari-Juni 2026, pendampingan TNI AD telah mencakup 6,26 juta hektar lahan padi dengan produksi sekitar 19,2 juta ton beras.

Dengan angka itu, TNI AD telah mendukung 55,24 persen target produksi beras nasional tahun 2026.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Di sektor kedelai, TNI AL mendampingi lahan seluas 2.432 hektar dengan potensi produksi 3.676 ton.

"Sementara TNI AU mendampingi 236.048 hektar lahan tebu dengan potensi produksi 18,386 juta ton, setara sekitar 1,36 juta ton gula atau 45,05 persen target produksi gula nasional tahun 2026," kata Prasetyo.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
ASABRI Pastikan Layanan Pensiun Prima Lewat Kemudahan Akses Autentikasi Digital Bagi Purnawirawan
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Friksi di Depan Mata, Ada Peluang Kompromi Agar Appi Tak Tinggalkan Golkar
• 14 jam laluharianfajar
thumb
Donald Trump bakal hadir pada laga final Piala Dunia 2026
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
MK Tegaskan Pemberian Prioritas WIUP Minerba Harus dengan Parameter Jelas
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
Duo PSG Cocok Gantikan Rashford di MU
• 18 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.