Jakarta: Badan Pengelola (BP) BUMN bersama sejumlah perusahaan pelat merah terus memperkuat kolaborasi untuk mengoptimalkan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Langkah ini dilakukan agar koperasi tersebut mampu menjadi pusat layanan terpadu sekaligus motor penggerak perekonomian di tingkat desa.
Kepala BP BUMN yang juga Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan pengembangan KDKMP saat ini masih berada pada tahap awal sehingga sejumlah aspek masih terus disempurnakan.
"Kami akan terus melakukan pembenahan agar sistem operasional semakin tertata, layanan yang tersedia semakin lengkap, dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat desa," ujar Dony dalam keterangan yang diterima di Tanimbar, Maluku, Kamis.
Pemerintah menyiapkan KDKMP sebagai simpul distribusi berbagai kebutuhan pokok masyarakat. Melalui jaringan koperasi yang tersebar di berbagai daerah, masyarakat diharapkan dapat memperoleh LPG 3 kilogram, beras SPHP, Minyakita, hingga pupuk bersubsidi dengan akses yang lebih mudah.
Tak hanya itu, koperasi tersebut juga akan menyediakan beragam layanan pendukung, mulai dari pembiayaan Mekaar, layanan perbankan melalui BRILink, hingga layanan logistik dari Pos Indonesia. Integrasi berbagai layanan tersebut diharapkan mempermudah masyarakat desa memperoleh akses keuangan, distribusi barang, dan kebutuhan dasar dalam satu ekosistem.
Sebagai bagian dari penguatan program, Dony menggelar pertemuan dengan jajaran pimpinan sejumlah BUMN, di antaranya Pertamina Patra Niaga, Pupuk Indonesia, PTPN IV, RNI (ID FOOD), Bulog, dan Agrinas Palma. Pertemuan tersebut membahas strategi memperkuat sinergi antar-BUMN agar operasional KDKMP berjalan lebih efektif.
Menurut Dony, kolaborasi lintas perusahaan pelat merah menjadi fondasi penting untuk memperluas jangkauan layanan koperasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ke depan, KDKMP diharapkan berkembang tidak hanya sebagai pusat penyaluran kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi pusat aktivitas ekonomi desa yang mampu memperluas akses pembiayaan, layanan keuangan, logistik, hingga berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekonomi kerakyatan melalui kehadiran layanan yang lebih mudah dijangkau, terintegrasi, dan merata hingga ke pelosok Indonesia.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda





