Bisnis.com, JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) tercatat mengelola sebanyak 12.856 sarana kereta api sampai dengan Juni 2026 dan gerbong angkutan barang tercatat mendominasi.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba memerinci sarana tersebut terdiri atas 551 lokomotif, 1.064 Kereta Rel Listrik atau KRL, 2.238 kereta, 8.907 gerbong, serta 96 Kereta Rel Diesel Elektrik/Indonesia atau KRDE/I.
Jumlah tersebut menggambarkan skala pengelolaan sarana yang diperlukan untuk menjaga kesinambungan pelayanan kereta api di berbagai wilayah.
“Setiap lokomotif, KRL, kereta, gerbong, dan KRDE/I memiliki fungsi yang saling melengkapi untuk menjaga pelayanan tetap selamat, andal, dan sesuai dengan kebutuhan,” ujar Anne dalam keterangan resmi, Jumat (17/7/2026).
Lokomotif digunakan sebagai tenaga penarik rangkaian penumpang maupun barang. Kereta menjadi sarana pelayanan pelanggan, sedangkan gerbong digunakan untuk mendukung distribusi komoditas berdasarkan jenis, kapasitas, dan kebutuhan penanganannya.
KRL serta KRDE/I mendukung pelayanan pada wilayah perkotaan, aglomerasi, dan lintas lokal sesuai dengan karakter operasi masing-masing. Perbedaan fungsi tersebut turut menentukan kebutuhan awak, susunan rangkaian, pola pemeriksaan, siklus perawatan, serta fasilitas pendukung yang harus disiapkan.
Baca Juga
- Guyuran PPN DTP Tiket Pesawat Belum Mampu Tekan Harga
- Desakan Revisi UU Perkeretaapian Singkap Perdebatan Soal Tata Kelola
- KAI Catat Jumlah Penumpang Kereta Api Naik, KRL Mendominasi
Anne mengatakan, sarana menjadi salah satu unsur utama dalam menjaga kapasitas dan keandalan sistem transportasi berbasis rel.
Dari keseluruhan sarana tersebut, sebanyak 8.907 unit atau sekitar 69,28% merupakan gerbong (angkutan barang). KAI mencatat volume pengangkutan barang sebesar 32.498.043 ton sepanjang semester I/2026. Jumlah tersebut terdiri atas 26.534.095 ton batu bara dan 5.963.948 ton barang nonbatu bara.
Komoditas nonbatu bara yang dilayani meliputi semen, bahan bakar minyak, peti kemas, komoditas curah dan perkebunan, general cargo, serta barang hantaran paket. Layanan tersebut mendukung kebutuhan energi, konstruksi, industri, perdagangan, dan rantai pasok di berbagai daerah.
Setiap komoditas memerlukan jenis gerbong, kekuatan lokomotif, susunan rangkaian, pola perjalanan, dan fasilitas bongkar muat yang berbeda. Karena itu, pertumbuhan layanan logistik perlu diimbangi dengan kesiapan sarana yang sesuai dengan perkembangan kebutuhan industri dan karakteristik muatan.
Di samping gerbong, KAI juga mengelola 2.238 kereta (angkutan penumpang) atau 17,41% dari total sarana. Kemudian 1.064 KRL atau mencakup 8,28%, 551 lokomotif atau 4,29%, serta 96 KRDE/I atau sekitar 0,75%.
Sepanjang semester I/2026, KAI Group melayani 258.993.359 pelanggan, meningkat 7,55% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 240.805.920 pelanggan.
Anne melihat, peningkatan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kereta api dalam mendukung perjalanan untuk bekerja, menempuh pendidikan, menjalankan usaha, mengakses pusat pelayanan, berwisata, serta melakukan perjalanan antardaerah.
KAI selaku operator kereta api pun memastikan setiap sarana menjalani pemeriksaan untuk memastikan pemenuhan persyaratan teknis, keselamatan, dan operasional sebelum digunakan berdinas.
Perawatan berkala dilaksanakan berdasarkan waktu operasi, jarak tempuh, kondisi komponen, dan hasil pemeriksaan petugas.
Perawatan tersebut dilakukan melalui depo dan Balai Yasa berdasarkan tingkat serta lingkup pekerjaannya. Depo menjalankan pemeriksaan dan perawatan untuk mendukung operasi harian, sedangkan Balai Yasa melaksanakan perawatan berkala dan pekerjaan dengan cakupan yang lebih besar.





