Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto kepada ratusan siswa baru Sekolah Rakyat Kota Semarang.
"Pak Presiden ingin kalian, satu, punya kepercayaan diri yang kuat. Anak-anak Indonesia tidak boleh kalah dengan anak-anak negara lain. Kedua kalian harus jadi anak yang pintar," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (17/7/2026)
Pesan tersebut disampaikan saat berdialog dengan dengan 262 siswa Sekolah Rakyat yang tengah menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah di Sekolah Rakyat Kota Semarang, Rabu (15/7).
Rasa percaya diri dan kecerdasan menjadi salah satu modal utama agar anak-anak dapat mengembangkan diri dan memutus transmisi kemiskinan di Indonesia.
Namun, dua hal itu saja tidak cukup. Siswa Sekolah Rakyat diharapkan menjadi pribadi yang berkarakter dan memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi. Keduanya akan menjadi fondasi kokoh agar siswa memiliki toleransi dan kepedulian sosial kepada lingkungan dan sesama. Sementara disiplin juga perlu dipupuk agar siswa memiliki kemampuan untuk mengelola diri sendiri dalam menghadapi berbagai kondisi.
Terakhir, Agus Jabo menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto ingin siswa Sekolah Rakyat menjadi pribadi yang terampil. Karenanya, Kementerian Sosial (Kemensos) akan mendukung siswa yang telah lulus dari jenjang Sekolah Menengah Atas untuk meningkatkan nilai diri, baik melalui jalur akademis maupun non akademis. Pendidikan tinggi serta keterampilan itu akan membuka kesempatan yang lebih luas untuk membebaskan diri belenggu kemiskinan.
"Pak Presiden ingin nanti setelah kalian lulus SMA, nanti yang mau kuliah akan kita antarkan untuk bisa kuliah. Yang mau bekerja akan kita antarkan untuk bisa bekerja baik di dalam maupun di luar negeri," katanya.
Bagi Agus Jabo, Sekolah Rakyat tak hanya menjadi jembatan untuk memutus transmisi kemiskinan. Sekolah Rakyat juga bisa menjadi rumah kedua bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di mana mereka bisa mendapatkan pendidikan, kehangatan keluarga dan teman, serta hidup yang lebih baik.
Hal tersebut tergambar dari wajah-wajah bahagia para siswa yang saat ini tengah mengikuti MPLS. Mereka bahkan mengaku merasa kerasan dan tidak rindu rumah karena merasa nyaman dan bahagia tinggal di Sekolah Rakyat Kota Semarang.
Abi Alfian (16) adalah salah satu siswa yang merasa bahagia dapat melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat Kota Semarang. Ayahnya adalah seorang buruh di pabrik kopi dan ibunya seorang ibu rumah tangga. Ia bersyukur dapat menikmati pendidikan tanpa memberatkan kedua orangtuanya.
"Terima kasih, Pak Presiden. Berkat Bapak, saya bisa bersekolah di sini," ucapnya sumringah.
Setelah berdialog dengan para siswa, Agus Jabo pun berkeliling meninjau berbagai fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat Kota Semarang seperti asrama, kamar mandi, ruang makan, ruang laboratorium serta toilet bagi penyandang disabilitas.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin, Sekretaris Daerah Kota Semarang Handi Priyanto, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Imam Maskur, Kepala Dinas Sosial Kota Semarang Moh. Agus Junaidi turut serta menyapa para siswa dan meninjau fasilitas Sekolah Rakyat.
MPLS Sekolah Rakyat Kota Semarang sudah dimulai sejak 13 Juli 2026. Sebanyak 262 siswa mengikuti MPLS. Dari jumlah tersebut, 87 siswa akan menempuh pendidikan di jenjang Sekolah Dasar, 88 siswa mengikuti Sekolah Menengah Pertama dan 87 siswa mengikuti jenjang Sekolah Menengah Atas.
Agar mempermudah masa penyesuaian, MPLS di Sekolah Rakyat Semarang diisi dengan berbagai kegiatan yang menarik dan bermanfaat. Di antaranya pengenalan berbagai macam permainan tradisional, materi tentang antiperundugan, bahaya judi online, narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya. Pembiasaan hidup bersih dan sehat pun diberikan agar anak-anak dapat tumbuh dengan maksimal.
(akn/ega)




