Arti Spanduk Las Malvinas yang Dibentangkan Pemain Argentina Usai Kalahkan Inggris di Piala Dunia 2026, Tuai Kontroversi?

grid.id
4 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID- Arti spanduk Las Malvinas yang dibentangkan pemain Argentina usai kalahkan Inggris di Piala Dunia 2026. Insiden ini kini menuai kontroversi.

Selebrasi kemenangan Timnas Argentina atas Inggris pada babak semifinal Piala Dunia 2026 menjadi sorotan lantaran sejumlah pemain membentangkan spanduk yang bertuliskan "Las Malvinas Son Argentinas" yang artinya "Kepulauan Malvinas adalah milik Argentina". Momen perayaan kemenangan itu memunculkan perbincangan karena dianggap mengandung pesan politik.

Dalam sejumlah foto yang beredar, bek Lisandro Martínez dan gelandang Giovani Lo Celso terlihat memegang spanduk bertuliskan klaim atas Kepulauan Malvinas sambil menyapa para pendukung Argentina di stadion. Aksi itu menjadi perhatian karena FIFA memiliki aturan yang melarang penggunaan atribut yang mengandung unsur politik selama penyelenggaraan pertandingan.

Dalam Laws of the Game milik International Football Association Board (IFAB) disebutkan bahwa perlengkapan pemain tak boleh memuat slogan, pernyataan, atau gambar yang bersifat politik, agama, maupun pribadi. Selain itu, pemain juga dilarang memperlihatkan pakaian dalam yang memuat pesan serupa atau iklan selain logo resmi produsen perlengkapan.

IFAB menegaskan bahwa setiap pelanggaran akan dikenai sanksi oleh penyelenggara kompetisi, asosiasi sepak bola nasional, maupun FIFA. Adapun, kasus yang sama ternyata juga pernah dilakukan Argentina pada tahun 2014, di mana saat itu para pemain mengangkat spanduk dengan tulisan serupa menjelang pertandingan persahabatan melawan Slovenia.

Akibatnya, FIFA kemudian menyatakan tindakan itu melanggar aturan mengenai aksi politik dan pelanggaran disiplin tim. Mereka juga menjatuhkan denda sebesar 20.000 poundsterling (Rp488 juta) kepada Federasi Sepak Bola Argentina (AFA).

Selanjutnya, untuk arti dari Malvinas dalam spanduk tersebut berkaitan dengan sengketa Kepulauan Falkland yang merupakan wilayah seberang laut milik Inggris di Samudra Atlantik Selatan. Meski berada sekitar 500 kilometer dari daratan Argentina, negara Amerika Selatan itu terus mengeklaim kedaulatan atas kepulauan tersebut.

Melansir dari Posblitung.co, perselisihan tersebut memuncak pada 1982 ketika Inggris dan Argentina terlibat perang yang berlangsung selama 74 hari. Konflik ini diketahui menewaskan 655 tentara Argentina, 255 tentara Inggris, serta tiga warga sipil kepulauan tersebut.

Hingga kini, isu Kepulauan Falkland atau yang oleh Argentina disebut Malvinas ini masih tetap menjadi persoalan sensitif dalam hubungan kedua negara. Menariknya, sebelum semifinal berlangsung, pelatih Argentina Lionel Scaloni telah menegaskan bahwa dirinya tak ingin laga melawan Inggris berubah menjadi ajang yang dikaitkan dengan konflik sejarah kedua negara.

"Sebenarnya ini adalah pertandingan sepak bola. Saya tidak bisa mencampuradukkan semuanya, terutama sebagai bentuk penghormatan terhadap apa yang terjadi bertahun-tahun lalu," kata Scaloni.

Berikutnya, dia juga menyebut perang di masa lalu itu merupakan periode yang sangat menyedihkan dalam sejarah Argentina. Scaloni kemudian menegaskan kembali bahwa sepak bola seharusnya tidak dicampur dengan persoalan politik.

 

"Ini adalah pertandingan sepak bola. Kita tidak seharusnya mencampuradukkan keduanya," ujarnya.

Meski demikian, setelah pertandingan usai, para pemain Argentina tetap membentangkan spanduk Malvinas dalam selebrasi kemenangan mereka. Sementara itu, FIFA disebut mulai memeriksa aksi para pemain Argentina dan sedang menelaah laporan pertandingan sebelum menentukan ada atau tidaknya pelanggaran disiplin.

"Sesuai prosedur standar, komite disiplin independen FIFA saat ini sedang menilai laporan pertandingan dan mempertimbangkan keadaan yang relevan sebelum memutuskan langkah-langkah lebih lanjut berdasarkan kode disiplin FIFA," kata juru bicara FIFA, dilansir dari Kompas.com.

Meski dalam proses penyelidikan, hingga kini belum ada kemungkinan bahwa Argentina akan kehilangan tempat di final Piala Dunia 2026. Biasanya, proses disiplin FIFA baru diputuskan beberapa pekan setelah turnamen berakhir.

Dalam arti spanduk Las Malvinas yang dibentangkan pemain Argentina setelah menang 2-1 atas Inggris di Atlanta ini, pemerintah Inggris ikut memberikan respons atas insiden tersebut. Downing Street disebut mendukung langkah FIFA untuk menyelidiki peristiwa itu.

"Piala Dunia mungkin bukan milik kita, tetapi Kepulauan Falkland pasti milik kita. Komitmen kita terhadap Falkland tidak akan pernah goyah," ujar juru bicara resmi Perdana Menteri Inggris.

Di sisi lain, Presiden Argentina Javier Milei menilai tindakan pemain bisa dipahami, namun dia menegaskan bahwa persoalan kedaulatan harus tetap diselesaikan melalui jalur diplomasi. Menurut laporan media, Milei menyebut aksi tersebut "dapat dimengerti" dan "sah".

"Memang, Malvinas adalah milik Argentina, kita akan merebutnya kembali, dan kita akan melakukannya di bidang diplomasi, dengan bertindak cerdas," katanya. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penjelasan Polisi mengenai Alasan Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Jadi Tersangka
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Penanganan Distribusi BBM di Sumut Berangsur Pulih, Hipmi: Sistem Penyaluran Wajib Dievaluasi
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Antusias Suporter Argentina Rayakan Kemenangan Sekaligus Lanjut ke Final | BERITA UTAMA
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
MK Tegaskan Prioritas Izin Tambang Tak Boleh Tunjuk Langsung, Parameternya Harus Jelas
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Perpustakaan Gasibu akan Bertransformasi Menjadi Perpustakaan Digital
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.