Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk membantu mengevaluasi pertumbuhan varietas cabai secara lebih akurat. Inovasi ini diharapkan dapat mendukung pemuliaan tanaman sekaligus menjadi dasar pengambilan keputusan berbasis data di sektor pertanian.
Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Sains Data dan Informasi (PRSDI) BRIN, Devi Munandar, mengatakan pemanfaatan AI dilakukan karena pertumbuhan tanaman cabai sering kali berbeda meski ditanam di lahan yang sama. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari karakteristik varietas hingga kondisi lingkungan.
"Perbedaan pertumbuhan ini banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik karakteristik varietas maupun kondisi lingkungan. Tantangannya adalah bagaimana menangkap pola-pola kompleks dari data yang menyimpan interaksi multivariabel tersebut," ujar Devi dalam pernyataannya.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, tim peneliti mengembangkan model AI yang mampu menganalisis pola pertumbuhan tanaman berdasarkan berbagai faktor, termasuk perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu. Pendekatan ini dinilai mampu menghasilkan prediksi pertumbuhan tanaman yang lebih akurat dibandingkan metode analisis konvensional.
Penelitian tersebut merupakan kolaborasi antara PRSDI BRIN dan Pusat Riset Hortikultura BRIN. Pengujian dilakukan menggunakan sembilan varietas cabai besar yang ditanam di Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa), Lembang, Jawa Barat, pada September hingga Oktober 2023.
Hasil penelitian menunjukkan model AI yang dikembangkan mampu meningkatkan akurasi evaluasi pertumbuhan tanaman. Selain itu, BRIN juga memperkenalkan indikator baru bernama Varietal Purity Index (VPI) untuk mengukur tingkat keseragaman pertumbuhan setiap varietas cabai.
Berdasarkan hasil pengamatan selama delapan minggu, enam dari sembilan varietas yang diuji menunjukkan pola pertumbuhan yang seragam. Sementara tiga varietas lainnya, yakni Pilar, Megatop, dan Sari, masih memperlihatkan variasi pertumbuhan yang cukup tinggi.
Baca Juga: BRIN Buka Program Magang 2026, Siapkan Fasilitas Riset Lengkap dan Pendanaan Penuh
Baca Juga: Lahan Salin Disulap Jadi Sumber Ekonomi Baru, PGN-BRIN Luncurkan Minapadi Salin
Devi mengatakan inovasi tersebut diharapkan dapat membantu peneliti maupun pemulia tanaman dalam menyeleksi varietas unggul secara lebih cepat dan objektif. Ke depan, teknologi ini juga berpotensi dikembangkan menjadi sistem pendukung keputusan bagi sektor pertanian.
"Hasil ini dapat menjadi salah satu komponen pendukung decision support system dalam evaluasi konsistensi pertumbuhan varietas cabai besar," kata Devi.
Menurutnya, pemanfaatan AI dalam riset pertanian menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mempercepat pengembangan varietas tanaman yang lebih unggul dan sesuai dengan kebutuhan petani.





