Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Pandankrajan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, yang berbatasan dengan Kabupaten Lamongan, tidak mendapatkan satu pun peserta didik baru pada tahun ajaran 2026/2027.
Kondisi serupa juga pernah terjadi enam tahun lalu. Rombongan belajar (rombel) yang seharusnya kini duduk di kelas VI tidak memiliki siswa. Akibatnya, sekolah tersebut saat ini hanya memiliki empat rombel, yakni kelas II, III, IV, dan V.
Meski tidak ada siswa yang mendaftar di kelas I, masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) tetap digelar oleh pihak sekolah. Namun, kegiatan tersebut hanya diikuti siswa kelas II hingga V.
Kepala SDN 1 Pandankrajan, Juwono, membenarkan bahwa pada tahun ajaran 2026/2027 sekolah yang dipimpinnya tidak mendapatkan siswa baru untuk kelas I.
"Dalam tahun ajaran tahun ini, untuk lembaga saya untuk kelas satu memang kosong," kata Juwono, Jumat (17/7/2026).
Persaingan antarlembaga pendidikan disertai minimnya lulusan taman kanak-kanak disebut menjadi penyebab utama tidak adanya peserta didik baru di sekolah tersebut.
"Faktor kelulusan dari TK hanya ada 13 ada dan satu yang berdomisili dekat dengan sekolahan ini dan orang tuanya juga memutuskan tidak sekolah di sini atau mencari sekolah lain," ungkapnya.
Selain itu, kondisi gedung sekolah dengan sejumlah ruang kelas yang saat ini mengalami kerusakan juga menjadi kekhawatiran bagi wali murid untuk menyekolahkan anaknya di SDN 1 Pandankrajan.
Menurut Juwono, karena tidak memiliki siswa kelas VI, dipastikan tahun depan SDN 1 Pandankrajan tidak akan menggelar kelulusan siswa. Meski jumlah siswa minim, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para guru untuk tetap mendidik murid yang ada.





