BEIJING, KOMPAS.TV - Pemerintah China membantah tuduhan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa Beijing ikut campur dalam pemilu di AS pada 2020. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Li Jian, menyebut klaim Trump tersebut "tidak berdasar."
Trump mengeklaim Pemilu AS 2020 dicurangi dengan campur tangan China. Dalam pemilu tersebut, Donald Trump kalah dari Joe Biden.
"Dugaan terkait oleh pihak AS sepenuhnya direkayasa dan bertujuan untuk menjelek-jelekkan China," kata Li Jian dikutip Associated Press, Jumat (17/7/2026).
"Kami tidak tertarik mencampuri pemilihan umum di AS dan tidak pernah melakukannya."
Baca Juga: Ratusan Ular Termasuk Kobra Lepas Akibat Banjir Bandang di China, Korban Gigitan Sudah Muncul
Li Jian pun meminta AS berhenti melontarkan tuduhan tak berdasar terhadap Beijing. Menurutnya, pemerintahan Donald Trump lebih baik melakukan hal yang berdampak positif bagi hubungan AS-China.
"Seperti yang saya katakan, kami mendesak AS berhenti membuat isu tentang (keterlibatan) China dalam pemilunya dan melakukan sesuatu yang kondusif bagi hubungan China-AS," kata Li Jian.
Sebelumnya, Donald Trump mengeluhkan kekalahannya dalam Pemilu 2020 saat pidato yang disiarkan televisi AS.
Trump mengekaim dirinya dicurangi saat kalah pemilu dari Joe Biden. Donald Trump pun mendesak kebijakan verifikasi identitas pemilih yang lebih ketat jelang pemilihan anggota Kongres AS pada November 2026 mendatang.
"Amerika telah bangkit dan dalam kondisi bagus, tetapi kita masih memiliki tantangan besar yang perlu segera diatasi, karena tidak ada negara yang menjadi besar tanpa pemilihan yang jujur dan adil," kata Trump.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- donald trump
- pemilu as 2020
- kecurangan pemilu
- china
- trump tuduh china pemilu





