JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai maraknya kemunculan liga sepak bola jalanan atau liga aspal di sejumlah wilayah Jakarta dipicu oleh keterbatasan fasilitas olahraga di Ibu Kota.
Menurut dia, hal itu tidak boleh dibiarkan terus-menerus meski aktivitas tersebut memberikan kebahagiaan bagi anak-anak.
Baca juga: Bos Perusahaan Kirim Pesan Minta Maaf ke Istri Sebelum Akhiri Hidup di Hotel Jaksel
"Terus terang, saya ngikutin Liga Aspal, karena saya melihat adanya kegembiraan di anak-anak yang memanfaatkan itu. Tapi karena keterbatasan fasilitas di Jakarta dengan jumlah penduduk yang segini banyak, 11 juta orang, termasuk tempatnya, sebenarnya itu tempat KAI gitu," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, dilansir dari Antara, Jumat (17/7/2026).
Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen menghadirkan fasilitas olahraga bagi anak-anak di tengah keterbatasan ruang di Ibu Kota.
Kendati demikian, Pramono mengakui pembangunan fasilitas olahraga belum dapat dilakukan secara menyeluruh dalam waktu dekat.
"Walaupun belum semuanya bisa dilakukan, tetapi beberapa sekarang ini kami bangunkan kembali," jelas Pramono.
Untuk diketahui, liga sepak bola jalanan mulai bermunculan di permukiman padat Jakarta, seperti Liga Akamsi di Tambora, Jakarta Barat, dan Liga Aspal di Menteng Jaya, Jakarta Pusat.
Kedua liga yang digelar secara swadaya oleh warga tersebut muncul akibat mahalnya biaya sewa lapangan futsal serta minimnya ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan padat penduduk.
Baca juga: Lapo yang Disidak di Cengkareng Jakbar Jual Daging Anjing
Oleh sebab itu, Pemprov DKI Jakarta mulai membangun kembali sejumlah fasilitas olahraga secara bertahap sebagai respons terhadap kebutuhan anak-anak akan ruang bermain yang aman dan nyaman.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang