VIVA – Aktor Dimas Aditya menghadapi pengalaman baru dalam perjalanan kariernya saat membintangi film horor Juminten Edan. Memerankan tokoh Manto, suami dari Juminten yang dimainkan Meisya Amira, Dimas dituntut menguasai bahasa isyarat hanya dalam hitungan hari setelah terjadi perubahan konsep karakter menjelang proses syuting.
Awalnya, Dimas mengaku tidak mendapat tugas mempelajari bahasa isyarat karena karakter Juminten hanya digambarkan sebagai penyandang tuna wicara. Namun, keputusan tersebut berubah mendekati hari pertama produksi.
"Pak Dedi awalnya nanya, 'Mas perlu belajar bahasa isyarat enggak?' Terus beliau bilang enggak karena karakter Juminten cuma tuna wicara," ujarnya.
Tak lama kemudian, sutradara Dedi Mercy memutuskan memberikan dimensi baru pada karakter Juminten, sehingga Dimas harus segera beradaptasi.
Perubahan itu membuat Dimas hanya memiliki waktu sekitar tiga hari untuk mempelajari bahasa isyarat yang akan digunakan dalam adegan-adegannya.
"Wah, gila sih kalau belajarnya tiga hari saya," ujarnya sambil tertawa.
Dengan waktu yang terbatas, Dimas memilih fokus mempelajari bahasa isyarat berdasarkan dialog yang sudah tertulis di dalam naskah. Menurutnya, pendekatan tersebut dilakukan agar setiap adegan tetap berjalan sesuai perencanaan tanpa harus mengandalkan improvisasi.
"Belajarnya dari dialognya," kata Dimas. "Dari awal kita susun dulu maunya gimana, supaya enggak ada improvisasi mendadak yang bikin susah," tuturnya.
Menariknya, Dimas justru merasakan bahasa isyarat lebih mudah dilakukan ketika dirinya sudah benar-benar masuk ke dalam emosi karakter saat proses syuting berlangsung.
"Kadang-kadang spontanitas justru ngebantu di set. Begitu feel emosinya sudah dapat, tiba-tiba lancar dalam bahasa isyarat," ungkapnya.
Ia mengaku sempat tak menyangka ketika pelatih bahasa isyarat yang mendampinginya menyatakan penampilannya telah sesuai dengan kebutuhan adegan.
"Saya juga enggak tahu kok bisa, mungkin karena emosinya sudah kebangun, jadi bahasa isyaratnya keluar begitu saja," jelasnya.
Bagi Dimas, pengalaman di Juminten Edan menjadi momen pertama sepanjang karier aktingnya mempelajari bahasa isyarat untuk kebutuhan peran.
"Ini pertama kali," ucap Dimas.
Film Juminten Edan sendiri dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 23 Juli 2026.





