Industri ASEAN, China bahas tren kerja sama bidang bernilai tambah

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Guangzhou (ANTARA) - Lim Dickson, Presiden PT Jia He Group, merupakan salah seorang pengusaha asal Indonesia yang telah lama menjalin kerja sama dengan mitra-mitra China.

Dalam sebuah konferensi perdagangan di China baru-baru ini, Lim mengatakan melimpahnya sumber daya dan besarnya kebutuhan pasar di Indonesia, serta keunggulan China dalam teknologi dan tenaga kerja dapat saling melengkapi sehingga prospek kerja sama keduanya cukup menjanjikan.

Konferensi Pertukaran dan Pencocokan Mekanisme Kerja Sama Rantai Pasokan dan Promosi Perdagangan China (Guangdong)-ASEAN 2026 yang digelar di Provinsi Guangdong, China selatan, pada Kamis (16/7), mempertemukan para perwakilan pejabat, kalangan pengusaha, industri, dan akademisi asal China serta negara-negara ASEAN.

Konferensi ini terutama berfokus pada pemberdayaan AI untuk industri, energi baru, serta pembangunan koordinasi rantai industri dan rantai pasokan.

Dalam pidatonya, Lim menyampaikan pihaknya telah berkolaborasi dengan para mitra di China selama puluhan tahun terakhir dan berkecimpung di bidang-bidang seperti energi, pertanian, perikanan, hingga pertambangan.

"Sejumlah keberhasilan baru dalam proyek pembangkit listrik tenaga sampah dan pembangkit listrik fotovoltaik plus perikanan diterapkan berkat upaya studi kelayakan dan penyelarasan sumber daya, hingga koordinasi kebijakan. Banyak perusahaan China memilih kami sebagai mitra untuk mendorong penanaman modal di Indonesia," ujar Lim.

Terkait perkembangan kerja sama Indonesia-China, Lim menyoroti kerja sama kedua pihak sedang bergeser ke bidang-bidang yang nilai tambahnya lebih tinggi. Lim pun menyatakan harapannya agar lebih banyak perusahaan AI menjalin kerja sama dengan mitra Indonesia demi merambah ke pasar global.

Pameran industri. (Xinhua) Sementara itu, Thanousone Phonamat, wakil presiden dari kamar dagang dan industri nasional Laos menyatakan Laos memiliki keunggulan geografis yang unik dan berharap Laos dan China menggarap kerja sama lebih lanjut dalam pelatihan talenta AI dan keterampilan digital, manufaktur energi baru, pengolahan produk pertanian, serta penyambungan rute pengiriman kargo multimoda kereta plus maritim.

Para audiens sepakat kerja sama rantai pasokan antara Guangdong di China dan ASEAN memasuki jenjang yang lebih tinggi, dengan rantai industri dan rantai pasokan regional semakin terintegrasi secara mendalam, perkembangan rantai untuk beberapa sektor lebih terkoordinasi, serta platform dan saluran kerja sama semakin matang.

Menurut Zhang Lizhong, sekretaris jenderal Pusat ASEAN-China, China dan ASEAN harus secara proaktif menjalin sistem rantai pasokan regional yang lebih stabil, efisien, dan berkelanjutan, berfokus pada ekonomi digital, ekonomi hijau dan AI, serta membangun infrastruktur digital dan rantai pasokan hijau, demi mendorong rantai industri berkembang ke tingkat yang lebih tinggi.




Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Survei BI: Aktivitas Dunia Usaha Meningkat pada Kuartal II 2026
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Bitcoin Melemah ke USD64.216, Tertekan Sinyal Hawkish Fed dan Konflik AS-Iran
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Rupiah Menguat ke Rp 17.980 saat Pemerintah Berupaya Tangani Inflasi dan BI Tegaskan Independensi
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Gugatan Praperadilan Dikabulkan, Piche Kota Siapkan Gugatan Ganti Rugi
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Demo Mahasiswa di Medan Merdeka Selatan, Arus Lalu Lintas Dialihkan
• 10 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.