Tantangan Industri Otomotif di Tengah Implementasi Mandatori B50

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Kalangan industri otomotif menilai implementasi mandatori biodiesel B50 yang mulai berlaku sejak Juli 2026 masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah, mulai dari pemerataan distribusi bahan bakar hingga penyesuaian teknis pada kendaraan diesel.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan pada dasarnya produsen kendaraan siap mengikuti kebijakan penggunaan campuran biodiesel 50%. Meski demikian, efektivitas implementasi B50 dinilai tidak hanya ditentukan oleh kesiapan pabrikan, tetapi juga bergantung pada ketersediaan bahan bakar di berbagai daerah.

Ketua Bidang Pengembangan Pasar Gaikindo Jongkie Sugiarto mengatakan program B50 telah dipersiapkan dalam beberapa tahun terakhir sehingga produsen memiliki waktu untuk menyesuaikan spesifikasi kendaraan diesel agar kompatibel dengan bahan bakar tersebut.

"Namun, yang lebih penting bagi kami adalah distribusi BBM-nya harus merata di seluruh Indonesia. Jangan hanya tersedia di kota-kota besar seperti halnya Pertadex sekarang," ujar Jongkie, dikutip Jumat (17/7/2026).

Menurutnya, pemerataan distribusi menjadi tantangan utama karena keterbatasan pasokan akan menyulitkan konsumen, terutama pengguna kendaraan diesel yang beroperasi di luar kota besar maupun Pulau Jawa.

Dia menilai terdapat dua aspek penting yang harus dipastikan pemerintah, yakni kesiapan industri dalam menyesuaikan produk dan kesiapan infrastruktur distribusi sebelum implementasi kebijakan dilakukan secara menyeluruh.

Baca Juga

  • Jaga Investasi, Industri Otomotif Butuh Insentif Hybrid
  • Penjualan Mobil Ngegas Jelang GIIAS 2026, Waktunya Borong Saham Otomotif?
  • Optimisme Industri Otomotif Jelang GIIAS 2026

Di sisi lain, Gaikindo tetap mendukung langkah pemerintah untuk mengurangi konsumsi bahan bakar fosil serta menekan beban subsidi energi. Namun, Jongkie menilai keberhasilan kebijakan tersebut membutuhkan dukungan dari seluruh ekosistem industri.

"Kami memahami tujuan pemerintah untuk menghemat penggunaan BBM fosil dan mengurangi beban subsidi. Namun, tanggung jawabnya jangan hanya dibebankan kepada produsen otomotif. Kalau bahan bakarnya belum tersedia, bagaimana kendaraan itu akan digunakan?" jelasnya.

Jongkie menambahkan sebagian kendaraan diesel yang dipasarkan saat ini telah kompatibel dengan B50. Namun, kesiapan tersebut berbeda pada setiap produsen sehingga tidak dapat disamaratakan.

"Sebagian yang saya tahu sudah bisa, tetapi saya tidak bisa berbicara atas nama semua merek. Masing-masing produsen memiliki kondisi yang berbeda. Ada yang sudah siap, ada juga yang masih dalam proses penyesuaian," tuturnya.

Dia juga menyebut hasil uji jalan B50 sejauh ini menunjukkan kinerja yang positif. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, kendaraan diesel mampu menempuh puluhan ribu kilometer tanpa ditemukan kendala yang signifikan.

Mitsubishi Tunggu Hasil Uji Pemerintah

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mengungkapkan telah terlibat dalam pengujian biodiesel B50 bersama pemerintah dan sejumlah produsen otomotif. Perseroan masih menunggu hasil resmi sebelum menentukan langkah lanjutan terkait implementasi bahan bakar tersebut.

GM of Product Strategy Division MMKSI Adam Rahman mengatakan Mitsubishi termasuk salah satu merek yang mengikuti rangkaian pengujian B50. Berdasarkan informasi sementara, hasilnya menunjukkan bahan bakar tersebut dapat digunakan pada kendaraan yang diuji.

"Kami termasuk merek yang diajak untuk melakukan pengetesan oleh pemerintah. Sejauh yang saya tahu, waktu itu hasilnya bagus, artinya bisa digunakan dengan secara baik dan optimal. Namun kami masih menunggu hasil resminya," kata Adam dikutip Jumat (17/7).

Dia menjelaskan hingga kini MMKSI belum melakukan pengujian internal secara terpisah dan masih mengacu pada hasil pengujian pemerintah. Setelah hasil resmi diterbitkan, perusahaan akan melakukan evaluasi bersama tim teknis untuk memastikan kesiapan kendaraan diesel Mitsubishi.

Adam menambahkan penggunaan biodiesel B50 tidak otomatis mengubah kebutuhan perawatan kendaraan. Menurutnya, jadwal servis lebih dipengaruhi oleh pola penggunaan dan beban kerja kendaraan.

"Bukan hanya dari bahan bakar itu sendiri. Ini merupakan kombinasi antara fuel dan cara penggunaan kendaraan," ujarnya.

Ford Soroti Penyesuaian Teknis

Pandangan serupa juga disampaikan PT RMA Indonesia selaku agen pemegang merek Ford di Indonesia. Perusahaan menilai implementasi B50 memerlukan penyesuaian teknis agar kendaraan tetap bekerja secara optimal.

Regional Director RMA Indonesia Roelof Lamberts mengatakan pengujian B50 masih berlangsung dan secara teknis kendaraan dapat disesuaikan dengan karakteristik bahan bakar tersebut.

Menurutnya, penggunaan bahan bakar nabati dengan campuran 50% minyak kelapa sawit itu membuat pabrikan otomotif perlu melakukan modifikasi pada kendaraan, sebab bahan bakar itu dapat memicu beban tersendiri bagi komponen kendaraan.

“Namun tentu diperlukan modifikasi tertentu dan pengujian yang memadai karena penggunaan biodiesel memberikan beban tambahan pada beberapa komponen kendaraan,” ujar Roelof menjawab pertanyaan Bisnis.com.

Di tengah implementasi B50, Ford baru saja memperkenalkan empat model diesel baru, yakni Ford Everest Platinum 3.0L, Ford Ranger Platinum 3.0L, Ford Ranger Wildtrak 3.0L, dan Ford Ranger Sport 2.0L.

Roelof menyebut perseroan masih tetap optimistis di tengah kenaikan harga bahan bakar diesel, yang dinilai tidak akan banyak memengaruhi minat konsumen terhadap lini produk Ford.

"Tentu kami tidak mengharapkan kenaikan harga bahan bakar. Namun, saya rasa pelanggan kendaraan kami bukanlah konsumen yang terlalu sensitif terhadap harga BBM," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mengenal Tas Kulit Buttonscarves, Pilihan Elegan dan Timeless dengan Material Premium
• 11 jam laluherstory.co.id
thumb
Tahun Ajaran Baru dan Hari Anak, PLN Beri Diskon 50% Biaya Tambah Daya Listrik
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
BRI KPR Solusi Jadi Alternatif Beli Rumah, Bisa Lewat Lelang maupun Non-Lelang
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Ditinggal Pemain Piala Dunia 2026, Pelatih Persib Hormati Keputusan
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ketika Dunia Mengenal Bali Lebih Dulu daripada Indonesia
• 11 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.