200 Ahli Kompak Teriak, Bencana Besar Sudah Dekat Manusia Belum Siap

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi PHK (Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Lebih dari 200 ekonom, peneliti, dan pemimpin industri, termasuk 16 peraih penghargaan Nobel Ekonomi, menandatangani surat terbuka meminta perhatian mendesak dari pemerintah di seluruh dunia. Dampak besar kecerdasan buatan atau AI terhadap pasar tenaga kerja sudah di depan mata dan manusia belum siap menghadapinya.

Dalam surat bertajuk "Kita Harus Bertindak Sekarang", para ahli memperingatkan bahwa kemajuan kemampuan AI dalam 10 tahun ke depan dapat mengubah perekonomian secara lebih radikal dibandingkan Revolusi Industri. Namun, perubahan bakal berlangsung jauh lebih cepat sehingga berisiko menimbulkan pergeserab tenaga kerja dalam skala besar yang merusak mata pencaharian banyak orang.

Surat tersebut menyatakan bahwa meskipun AI berpotensi membawa peningkatan taraf hidup dan peluang ekonomi baru, manfaat maupun risikonya tidak akan bisa dikelola dengan baik jika kerangka kebijakan, aturan main, dan lembaga yang mampu mengarahkan teknologi ini tidak segera disiapkan. Tujuan pemerintah seharusnya mendorong agar AI melengkapi kemampuan manusia, bukan menggantikannya secara paksa.


"Ekonom, pembuat kebijakan, dan pemimpin teknologi harus segera bertindak untuk memahami dampak ekonomi AI transformatif, serta membangun insentif, pagar pembatas, dan institusi yang dibutuhkan," bunyi surat tersebut.

Pilihan Redaksi
  • Akhirnya Orang China Bisa Rasakan Pakai iPhone Versi Sebenarnya
  • Ahli AI Simulasi Spanyol Vs Argentina 50 Ribu Kali, Juaranya Mutlak

Daftar penandatangan sangat beragam, mulai dari pendukung yang optimistis hingga pengkritik tajam perkembangan AI. Beberapa nama besar di antaranya adalah ekonom MIT pemenang Nobel Daron Acemoglu dan Simon Johnson, ekonom Universitas New York Michael Spence, mantan CEO Google Eric Schmidt, peneliti OpenAI Sarah Friar, serta salah satu pendiri Anthropic Jack Clark.

Kepala penyusun pernyataan ini, ekonom Stanford Erik Brynjolfsson, mengakui kesepakatan lintas pandangan ini adalah hal yang tidak biasa di dunia akademik.

"Saya masih melihat kesenjangan pemahaman yang besar, dan saya khawatir kita tidak akan siap menghadapi gelombang besar yang akan datang," ujarnya kepada The New York Times.

Sementara itu, Acemoglu yang dikenal sebagai pengamat skeptis terhadap dampak AI menambahkan, "Jika robot telah mengubah sektor manufaktur secara drastis, dan AI melakukan hal serupa namun dalam waktu yang jauh lebih singkat, dampaknya akan sangat mengganggu dan merugikan mata pencaharian masyarakat."

Saat ini, perubahan di pasar tenaga kerja mulai terasa. Sektor teknologi sudah mencatat gelombang pemutusan hubungan kerja akibat restrukturisasi berbasis AI. Beberapa laporan juga menyebutkan bahwa teknologi ini mulai mendorong pekerja usia lanjut keluar dari lapangan kerja, sedangkan peluang bagi fresh graduate makin terbatas.

Namun belum ada kesepakatan mengenai dampak keseluruhan AI. Sebagian berpendapat AI sejauh ini belum memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah lapangan kerja, sedangkan yang lain mengingatkan bahwa dampak yang sesungguhnya baru akan terlihat beberapa tahun ke depan.

Satu hal yang disepakati bersama oleh 200 ahli tersebut adalah mereka belum bisa memberikan solusi terperinci. Surat tersebut bertujuan menyerukan agar pemimpin dunia sadar bahwa waktu untuk bersiap makin menipis. Kita tidak boleh menunggu sampai kerusakan terjadi sebelum bertindak.

"Kita tidak boleh terlambat bersiap," tegas para penandatangan surat tersebut.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Perkuat Konektivitas, Komdigi Bangun Jaringan-Lelang Frekuensi

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Naik ke Level 6.175, Saham di Indeks Bergengsi BBCA, KLBF hingga TOWR Ceria
• 5 jam lalukatadata.co.id
thumb
Banyak Tawaran Film untuk King Faaz, Fairuz A Rafiq Justru Menolak karena Alasan Ini
• 12 jam lalugrid.id
thumb
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Optimalkan Penyaluran BBM di Kota Makassar
• 13 jam laluharianfajar
thumb
Polisi Pastikan 74 Kg Emas Sitaan Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Asli
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Blak-blakan! Hotman soal Brankas & Money Changer di Kasus Eks Jampidsus: Febrie Tak Ada Kaitannya
• 5 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.