Prabowo Pakai Filosofi Sapu Lidi, Yakin Koperasi Bisa Ubah Ekonomi Indonesia

disway.id
14 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID – Presiden Prabowo Subianto mengibaratkan koperasi seperti sapu lidi untuk menggambarkan kekuatan ekonomi yang lahir dari kebersamaan.

Menurutnya, satu lidi memang mudah dipatahkan, tetapi ketika disatukan akan menjadi kekuatan besar.

Filosofi itulah yang diyakini Prabowo mampu membawa koperasi bangkit sebagai motor penggerak ekonomi Indonesia sekaligus memperkuat kesejahteraan rakyat.

Baru-baru ini, Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN) sukses menyelenggarakan acara Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tingkat Nasional Tahun 2026 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta.

BACA JUGA:Gus Ipul Ungkap Terobosan Baru, Pemerintah Uji Coba Penyaluran Bansos Lewat Koperasi Merah Putih

Acara ini dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto, yang menegaskan komitmen kuat pemerintah untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional dari tingkat paling bawah.

Presiden Prabowo menyerukan kebangkitan total gerakan koperasi sebagai kekuatan ekonomi raksasa yang kokoh dan mandiri seperti sapu lidi.

"Koperasi adalah alatnya orang lemah. Tapi, seperti sapu lidi, satu lidi lemah, tapi kalau bergabung, itu kekuatan, Saudara-Saudara sekalian. Jangan khawatir, gerakan koperasi Indonesia akan bangkit menjadi kekuatan ekonomi Indonesia! Kekuatan ekonomi yang tidak akan membawa uang lari dari Indonesia," ujar Presiden Prabowo di hadapan ribuan pengurus dan pegiat koperasi.

BACA JUGA:Menkop Usul Tambang dan Sawit Dikelola Koperasi Besar, Bukan Kopdes Merah Putih

Ketua Umum DEKOPIN, Bambang Haryadi, S.E., menilai kehadiran Kepala Negara menjadi titik balik sakral setelah hampir tiga dekade gerakan koperasi kurang mendapat perhatian yang sepadan dengan mandat Pasal 33 Ayat (1) UUD 1945.

"Baru dalam pemerintahan Bapak Presiden, gerakan koperasi mendapat perhatian dan menjadi program prioritas penguatan ekonomi masyarakat," kata Bambang.

Bambang juga mematahkan anggapan keliru mengenai koperasi.

BACA JUGA:Kemenkop, Kementan, dan LPDB Koperasi Bersinergi Perkuat Ekosistem Gula Nasional

"Stigma koperasi selama ini dinilai sebagai alat ekonomi kuno dan kecil, sangat tidak relevan dan salah besar. Kami contohkan klub-klub sepakbola besar di Eropa seperti Real Madrid, Barcelona, dan Bayern Munchen dikelola dengan sistem koperasi. Bahkan salah satu bank terbesar di Belanda, Rabobank, dimiliki oleh koperasi. Untuk itu kami yakin, koperasi akan bangkit kembali di era kepemimpinan Bapak," tegasnya.

Sekretaris Jenderal DEKOPIN sekaligus Ketua Pelaksana Acara, Gilang Widya, menyampaikan rasa bangga atas suksesnya acara puncak ini.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Demi Kehormatan, Konate Bertekad Kalahkan Inggris
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Usai Ikut Timnas Wanita U-17 ke Prancis, Della Ikut MilkLife Athletics Challenge
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
HUT Ke-56, Jamkrindo Hadirkan Mobil PELITA untuk Edukasi dan Tumbuh Kembang Anak
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Bitcoin Bertahan di Level USD64 Ribu, Kekhawatiran The Fed Tekan Kripto
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prabowo: TNI dan Polri Anak Kandung Rakyat, Harus Selalu Bersama Rakyat
• 14 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.