Gegara Kembali Serang Iran Terus-Menerus, Benarkah AS Alami Kerugian Besar? Begini Penjelasan Pengamat HI

tvonenews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengabarkan bahwa, pasukannya terus meningkatkan gelombang serangan baru kepada Iran. Peristiwa ini telah terjadi selama lima malam berturut-turut.

Dilansir dari Anadolu Agency, Sabtu (18/7/2026), alasan Amerika Serikat (AS) melancarkan gelombang serangan secara berturut-turut untuk melemahkan kemampuan militer Iran.

Pengamat Hubungan Internasional (HI), Tia Mariatul Kiptia menganalisis kerugian dialami oleh AS. Hal ini tak lepas dari penyerangan terhadap Iran selama lima hari berturut-turut.

Tia coba mengulas dari serangan balasan Iran yang tak lepas dari dukungan Rusia dan China, berdasarkan dari informasi intelijen. Bantuan ini membuat rudal militer Iran selalu tepat sasaran.

"Kita tahu yang terkini itu saya sungguh kaget karena yang saya pikir diserang itu adalah Saudi Arabia karena itu the Biggest Country. Ternyata yang diserang oleh Iran itu adalah negara lain," ujar Tia saat dihubungi melalui program Breaking News tvOne, Jumat (17/7/2026).

Belakangan ini, Iran dilaporkan telah melakukan serangan ke Bahrain, Kuwait, dan Yordania. Serangan ini terjadi sebagai bagian dari eskalasi konflik antara Iran dan AS di kawasan Teluk.

Serangan Iran menargetkan instalasi dan pangkalan militer AS. Di Kuwait, militer Iran melancarkan serangan ke sistem radar, pertahanan udara, dan fasilitas penyimpanan bahan bakar di pangkalan udara Ali Al Salem, serta lokasi personel militer AS.

Di Bahrain, Iran mengerahkan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) yang menargetkan instalasi militer AS di Pangkalan Udara Sheikh Isa. Di Yordania, Iran dilaporkan meluncurkan sejumlah rudal balistik ke Pangkalan Udara Muwaffaq Salti.

"Sebetulnya itu adalah negara-negara kecil di Timur Tengah, apalagi Kuwait yang di tepian borden dengan Saudi Arabia, yang perlindungan sepenuhnya tergantung dari Amerika Serikat dan Saudi Arabia," bebernya.

Siklusnya seperti ini, Arab Saudi akan melakukan perlindungan terhadap negara-negara kecil di Timur Tengah. Di balik itu, Arab Saudi mendapat sokongan bantuan senjata dari AS.

Menariknya, tiga negara yang diserang Iran tersebut merupakan sentral dari AS, baik di bidang logistik, angkatan laut, dan angkatan udara.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rata-rata Harga Gabah Rp7 Ribu, Petani Makin Sejahtera
• 21 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Argentina vs Spanyol: Adu Taktik Menuju Gelar Juara Dunia
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
HKI Soroti Hambatan Lahan dan Regulasi dalam Target PLTS 100 Gigawatt
• 17 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Update KM Nurul Hilang di Selayar: Jumlah Penumpang 78 Orang, 27 Masih Dicari
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Mengenal Prinsip Dasar Akhlak dalam Islam
• 5 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.