Peluang Dagang Baru, Jateng Ekspor Daun Cincau Kering Hingga 403 Ton

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SEMARANG - Komoditas daun cincau kering asal Jawa Tengah mulai menjangkau pasar mancanegara. Tercatat, sepanjang Januari-Juni 2026, volume ekspor komoditas pertanian itu mencapai 403 ton. Angka tersebut menunjukkan tren positif dibandingkan capaian sepanjang 2025 yang mencapai 586 ton.

Daun cincau kering Jawa Tengah dipasarkan ke sejumlah negara ASEAN seperti Thailand, Malaysia, dan Kamboja serta negara China. Untuk mendorong volume ekspor komoditas tersebut, Badan Karantina Provinsi Jawa Tengah mendorong percepatan proses perizinan, layanan karantina, serta kepabeanan melalui sistem Single Submission Quarantine Customs.

"Layanan yang terintegrasi ini kami hadirkan untuk mempercepat proses ekspor tanpa mengurangi aspek pengawasan. Tujuannya agar komoditas asal Jawa Tengah semakin kompetitif di pasar internasional," kata Kepala Karantina Provinsi Jawa Tengah Hari Yuwono Ady pada Jumat, (17/7/2026).

Hari menyebut, sistem terintegrasi yang dijalankan Badan Karantina mencakup layanan terhadap pelaku usaha berskala mikro, kecil, dan menengah. Dengan satu kali pengajuan dokumen, proses layanan perizinan ekspor dapat dirampungkan secara efisien.

Selain mempercepat layanan, Karantina Jateng juga memastikan setiap komoditas yang diekspor memenuhi persyaratan kesehatan tumbuhan negara tujuan melalui penerbitan Phytosanitary Certificate. Sertifikat tersebut menjadi dokumen resmi yang menyatakan produk telah memenuhi persyaratan fitosanitari internasional dan bebas dari organisme pengganggu tumbuhan yang dipersyaratkan oleh negara pengimpor.

Menurut Hari, pemenuhan persyaratan fitosanitari menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan negara tujuan sekaligus mencegah terjadinya Notification of Non-Compliance (NNC), yakni pemberitahuan dari otoritas negara tujuan apabila ditemukan ketidaksesuaian terhadap persyaratan impor.

Pendampingan terus diberikan Badan Karantina Provinsi Jawa Tengah kepada pelaku usaha untuk memahami standar fitosanitari. Kata Hari, langkah itu dilakukan untuk memastikan komoditas asal Indonesia, khususnya Jawa Tengah, bisa masuk dan bersaing di pasar internasional.

Hari melanjutkan bahwa sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya akan terus diperkuat agar semakin banyak komoditas unggulan daerah yang mampu menembus pasar global. "Karantina tidak hanya memastikan komoditas aman secara hayati, tetapi juga berperan sebagai fasilitator perdagangan melalui layanan yang cepat, terintegrasi, dan tetap menjamin pemenuhan standar negara tujuan," ujarnya.



Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapal Wisata Rute Gili Trawangan-Pulau Komodo Tenggelam, 45 Orang Dievakuasi
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Presiden Prabowo Bertolak ke Malang Pimpin Panen Raya Serentak di 43 Titik untuk Perkuat Swasembada Pangan
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Pernah 10 Tahun Jadi Penyidik KPK, Ini Profil Kajati Sumut yang Masuk Tim Penyidik khusus Kasus Eks Jampidsus
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Pasokan Air PAM di Cengkareng Jakbar Ditargetkan Kembali Normal 23 Juli
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Gaji UMP, Ini Daftar Kementerian yang Buka Magang Nasional 2026 di Jakarta
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.