Liputan6.com, Jakarta - Setiap tanggal di kalender menyimpan beragam peringatan yang lahir dari sejaerah, budaya, maupun kampanye global.
Dikutip dari National Today, Berbagai peringatan tersebut menjadi cara untuk mengenang peristiwa penting sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu tertentu yang memiliki makna di berbagai belahan dunia.
Advertisement
Pada hari ini, Sabtu (18/7/2026), terdapat sejumlah hari penting internasional yang diperingati oleh berbagai negara maupun organisasi. Mulai dari ajakan untuk lebih peduli terhadap lingkungan melalui kebiasaan mendengarkan, peringatan hari konstitusi sebuah negara, hingga apresiasi terhadap warisan budaya dan kuliner.
World Listening Day diperingati setiap 18 Juli sebagai momentum untuk mengajak masyarakat lebih peka terhadap suara yang ada di sekitar. Peringatan ini menekankan bahwa mendengarkan bukan hanya kepada sesama manusia, tetapi juga kepada alam dan lingkungan tempat tinggal.
Tanggal 18 Juli dipilih untuk memperingati hari lahir Raymond Murray Schafer, komponis dan pendidik asal Kanada yang dikenal sebagai pelopor kajian acoustic ecology atau ekologi suara. Gagasannya mendorong masyarakat memahami hubungan antara manusia, suara, dan lingkungan.
Melalui World Listening Day, berbagai komunitas di dunia menggelar kegiatan seperti sesi mendengarkan suara alam, lokakarya, diskusi, hingga proyek seni yang berfokus pada lanskap suara atau soundscape. Kegiatan tesebut bertujuan meningkatkan kepedulian terhadap kualitas lingkungan.
Peringatan ini juga menjadi pengingat bahwa polusi suaran dapat memengaruhi kesehatan manusia maupun kehidupan satwa liar. Karena itu, menjaga lingkungan tetap nyaman untuk didengar menjadi salah satu pesan utama yang diusung setiap tahunnya.
Selain itu, World Listening Day mengajak masyarakat meluangkan waktu sejenak untuk berhenti dari kesibukan dan benar-benar mendengarkan suara di sekitar. Kebiasaan sederhana tersebut diyakini dapat meningkatkan kesadaran, ketenangan, sekaligus rasa peduli terhadap lingkungan.




