JAKARTA, DISWAY.ID - Bank Indonesia (BI) memastikan kondisi likuiditas perbankan nasional masih berada dalam kondisi yang terjaga.
Stabilitas tersebut dinilai mampu mendukung fungsi intermediasi perbankan serta memperkuat transmisi kebijakan moneter untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Hal tersebut sendiri disampaikan oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti.
BACA JUGA:Airlangga: Gabung WAICO, Ekonomi Digital Indonesia Berpotensi Tembus US$366 Miliar pada 2030
Dalam pemaparannya, Destry juga menuturkan bahwa hal ini sendiri juga tecermin dari INDONIA, yang merupakan gambaran suku bunga antar bank.
Diketahui, INDONIA sendiri sempat mencapai 6,62 persen pada 18 Juni 2026 turun menjadi 6,17 persen pada 16 Juli 2026.
"Penurunan INDONIA mencerminkan berkurangnya tekanan permintaan likuiditas di pasar uang antarbank sehingga kebutuhan pendanaan jangka pendek dapat dipenuhi dengan biaya yang lebih rendah," jelas Destry dalam pesan singkat yang diberikan kepada Disway dan media lainnya, pada Jumat, 17 Juli 2026.
Melanjutkan, Destry juga menambahkan bahwa di sisi lain, BI juga secara aktif terus melakukan komunikasi intensif dengan perbankan agar hambatan distribusi likuiditas antar bank dapat teratasi dengan risiko yang terkelola dengan baik.
BACA JUGA:Indonesia Susun Roadmap AI Nasional, Airlangga: AI Harus Jadi Jembatan Teknologi Global
Selain itu, upaya pengembangan pasar uang juga terus dilakukan berkolaborasi dengan asosiasi pasar, perbankan, dan otoritas lainnya, agar tercipta pasar uang yang dalam, likuid, dan efisien.
"Ke depan, Bank Indonesia akan terus memonitor dan memastikan kecukupan likuiditas untuk mendukung efektivitas transmisi kebijakan moneter dalam memperkuat stabilitas dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi," tegas Destry.
"Surveilans dan pengawasan terus diperkuat dalam penegakan ketentuan dan memastikan perilaku pasar selalu dalam koridor yang wajar," tambahnya.
Perkuat Strategi Ekspansi
Di sisi lain, Destry juga turut mengungkapkan bahwa Bank Indonesia juga akan turut memperkuat strategi ekspansi likuiditas, melalui berbagai instrumen moneter seperti repo, swap, dan pembelian SBN di pasar sekunder, dimana per 16 Juli ekspansi likuiditas BI melalui operasi moneter tercatat sebesar Rp 837,11 triliun.
BACA JUGA:Tiket Presale MotoGP Mandalika Masih Berlangsung, InJourney Ajak Masyarakat Dukung Mario Aji dan Veda Ega
- 1
- 2
- »





