VIVA – Striker Timnas Indonesia, Ole Romeny, melakoni laga debut di Fortuna Sittard, dengan Justin Hubner juga turut bermain. Mereka menderita kekalahan dengan skor 1-3 dari Olympiakos.
Romeny menyelesaikan kepindahan ke Sittard pada pekan lalu. Dia dipinjamkan dari Oxford United selama semusim, namun tak ada opsi untuk dipermanenkan.
Pada Jumat (17/7/2026) malam kemarin WIB, Fortuna Sittard melakoni laga uji coba melawan Olympiakos. Ini menjadi kesempatan perdana bagi Romeny unjuk gigi.
Pelatih Danny Buijs memainkan Ole Romeny sebagai starter dalam pertandingan tersebut. Bersama dengannya, ada tiga rekrutan anyar lainnya yang bermain, yaitu Siebe Wylin, Nick de Groot, dan Shiloh ‘t Zand.
Romeny bermain sejak menit pertama bersama dengan pemain Timnas Indonesia lainnya, Justin Hubner. Permainan berjalan terbuka untuk Fortuna, yang sudah hampir membuka skor di menit keenam melalui Zeefuik yang tinggal berhadapan satu lawan satu dengan kiper lawan.
Romeny memberi ancaman pada menit ke-13. Dia memberikan umpan kepada Zeefuik, namun sang striker gagal menyelesaikannya dengan baik.
Alih-alih mencetak gol, Sittard malah kebobolan di menit ke-21 melalui Ferreira da Silva. Hanya tiga menit kemudian, Olympiakos menggandakan skor melalui pemain yang sama, Ferreira da Silva.
Skor 2-0 untuk keunggulan Olympiakos masih bertahan hingga jeda turun minum. Danny Buijs melakukan tiga pergantian setelah jeda dengan menarik keluar empat pemain, termasuk di antaranya adalah Ole Romeny.
Sittard berhasil merespons ketertinggalan hanya sekitar 10 menit setelah babak kedua dimulai. Oukili berhasil memperkecil ketertinggalan dan membangkitkan asa untuk Sittard.
Namun, Olympiakos melanjutkan kegemilangannya. Pada menit ke-57, wasit menunjuk titik putih dan Ferreira da Silva maju sebagai eksekutor.
Dia sukses mencetak gol lagi, melengkapi catatannya menjadi hattrick. Duel pun dimenangkan oleh Olympiakos dengan skor 3-1.
Hasil ini menjadi kekecewaan bagi Ole Romeny dan Justin Hubner. Namun, Olympiakos memang merupakan tim kuat asal Yunani yang sering berkompetisi di level Eropa.
Mereka finis kedua di Liga Super Yunani pada musim reguler 2025-2026. Kemudian, di playoff, Olimpiakos hampir menjadi juara setelah mengumpulkan 66 poin dari 32 laga.





