Jutaan Sarjana Menganggur, PT Harus Segera Bertransformasi

bisnis.com
13 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, MALANG —Tata kelola perguruan tinggi di Indonesia dinilai lambat beradaptasi sehingga memicu lahirnya 1,1 juta sarjana pengangguran pada 2025 akibat mismatch kompetensi dengan kebutuhan industri, dan oleh karenanya perlu segera bertransformasi.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Diktisaintek) Prof. Fauzan, melontarkan kritik tersebut saat membuka secara resmi Studentpreneur Bootcamp 2026 di Aula GKB 4 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (17/7/2026).

“Pendidikan tinggi nasional tengah menghadapi tiga tantangan krusial yang saling berkaitan, yakni problematika mutu, akses, dan relevansi,” ujarnya.

Dia menyoroti masih banyaknya perguruan tinggi yang menolak bertransformasi dan enggan menjadikan dinamika kehidupan sosial riil sebagai referensi dalam mengembangkan kurikulum pendidikannya.

"Perguruan tinggi di Indonesia itu masih menggunakan cara-cara atau manajemen pengelolaannya menggunakan abad 20. Satu sisi, kita ini sudah masuk di abad 21," tegasnya.

Menurutnya, kegagalan kampus dalam membaca kebutuhan zaman tersebut membuat lulusannya hanya dibekali dengan keahlian-keahlian generik. Imbasnya, para sarjana baru ini tidak memiliki nilai tawar spesifik dan pada akhirnya gagal terserap oleh lapangan pekerjaan yang kian dinamis.

Baca Juga

  • Wacana Sarjana Pendidikan Dihapus Demi Industri, Ini Kata Akademisi
  • Sarjana Banyak yang Nganggur, Airlangga Minta Pengusaha Turun Tangan
  • Ini Gelar Sarjana yang Tak 'Laris' di Pasar Kerja

"Sehingga yang terjadi adalah banyaknya mismatch. Di tahun 2025 saja, itu ada 1,1 juta alumni atau sarjana yang belum memperoleh pekerjaan setelah diidentifikasi karena memang peran-peran generik yang dia miliki," tambahnya.

Guna meretas problematika relevansi tersebut, Wamen Diktisaintek mendesak perguruan tinggi untuk berani keluar dari zona nyaman dengan membangun ekosistem kolaborasi lintas sektor. 

Dia secara khusus mengapresiasi inovasi UMM melalui program Center of Excellence (CoE) atau kelas profesional yang menggandeng perusahaan besar guna mencetak lulusan yang benar-benar siap kerja, bukan sekadar siap dilatih.

"Dalam teori sustainability kampus, sustainability kampus itu hanya bisa dilakukan jika kampus itu bekerja sama atau berkolaborasi dengan pemerintah, dengan dunia usaha, dan dunia industri. Kalau tiga hal ini berkolaborasi, selesai bangsa ini," paparnya.

Selain menuntut transformasi kelembagaan, dia juga memotivasi mahasiswa dengan membagikan kisah perjuangan masa lalunya yang penuh keterbatasan finansial hingga harus rela bekerja serabutan untuk membiayai sekolah. Pengalaman tersebut diakuinya sebagai proses penempaan paradigma berpikir otak kanan yang mengutamakan daya juang tinggi.

"Saya meyakini Saudara masuk di sini ini tidak banyak menggunakan otak kiri, tetapi lebih banyak menggunakan otak kanan. Artinya adalah, sama sekali dia tidak ingin dikasihani, tetapi dia ingin membangun survivability kehidupannya supaya dia bisa mandiri," ujarnya.

Di samping kemandirian, dia juga menuntut generasi muda untuk membuang jauh-jauh pola pikir minimalis. Mahasiswa diharapkan memiliki mentalitas petarung yang tangguh agar mampu bersaing dan tidak menjadi bagian dari penyumbang angka pengangguran intelektual.

"Tanamkan mental Saudara adalah mental maksimalis. Pupuk kerja keras, tidak mudah menyerah kapan dan di mana saja. Sarjana yang pola berpikirnya biasa-biasa saja itu mendominasi jumlahnya," tuturnya.(K24)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ayah Arie Untung Berpulang, Fenita Arie Sampaikan Kabar Duka 
• 4 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Pakar TPPU Soroti Febrie Belum Ditahan, Singgung Asas Equality Before the Law
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jasamarga Gelar Pemeliharaan Rutin Jalan Tol Jakarta-Cikampek
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dengue Bukan Sekadar Demam, Dampaknya Bisa Terasa hingga Kondisi Finansial Keluarga
• 23 jam laluherstory.co.id
thumb
Hyunsuk Eks CIX Resmi Bergabung di Drakor Study Group 2
• 6 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.