BPH Migas Kawal Distribusi Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Antrean di SPBU Berangsur Terurai

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) terus mengawal upaya percepatan normalisasi distribusi BBM yang dilakukan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut). 

Berbagai langkah penguatan distribusi yang dijalankan secara intensif mulai menunjukkan hasil. Kondisi antrean di sejumlah SPBU, khususnya di Kota Medan dan wilayah sekitarnya, berangsur terurai sehingga pelayanan kepada masyarakat membaik.

Untuk mempercepat normalisasi distribusi BBM di Sumatera Utara (Sumut), Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut meningkatkan sekitar 35 persen kapasitas armada mobil tangki beserta awak mobil tangki.

Selain itu, mengoptimalkan alih suplai dari Fuel Terminal Siantar, Fuel Terminal Kisaran, dan Integrated Terminal Lhokseumawe, serta memaksimalkan penerimaan dan penyaluran pasokan BBM melalui fasilitas Terminal BBM Medan Group di Labuhan Deli. 

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Berbagai langkah itu mendorong peningkatan penyaluran BBM ke SPBU hingga mencapai 120-125 persen dibandingkan kondisi normal.

Dalam peninjauannya di Fuel Terminal Medan Group, Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyampaikan, kondisi stok BBM di Sumut saat ini aman. Pasokan terus diperkuat setelah dua kapal menyelesaikan proses bongkar muat Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite.

“Sehingga dengan rutinitas masyarakat sehari-hari, insya Allah sudah dapat mengurai antrean di SPBU yang tersebar di wilayah Sumatera Utara ini,” ujar Wahyudi melalui keterangan resmi, Sabtu (18/7/2026). 

Menurutnya, peningkatan suplai BBM 120-125 persen ditempuh guna mempercepat normalisasi pelayanan di SPBU. 

“Ini menambah peningkatan suplai kepada SPBU 120 sampai 125 persen. Kita terus meminta agar peningkatan suplai disegerakan, dari kondisi sebelumnya 112 persen menjadi 120-125 persen. Ini upaya terbaik untuk mengurai antrean di SPBU yang menjadi perhatian masyarakat,” tegasnya.

Berdasarkan hasil pemantauan BPH Migas bersama PPN pada Jumat Sore (17/7), antrean di sebagian besar SPBU di Kota Medan telah berangsur normal.

“Hanya ada dua sampai tiga mobil, artinya hampir mendekati tidak ada antrean. Ini kondisi pada pukul 17.45 WIB. Kita akan terus melakukan pemantauan untuk mempercepat pemulihan distribusi BBM di Sumut agar kembali normal,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho menjelaskan, realisasi penyaluran solar di Sumatera hingga 14 Juli 2026 masih berada di bawah rerata realisasi nasional. Kondisi serupa terjadi pada penyaluran pertalite di Sumut sehingga persoalan yang terjadi bukan disebabkan keterbatasan kuota.

“Realisasi ini (solar dan Pertalite) masih di bawah rata-rata realisasi nasional, artinya tidak ada kendala dari sisi kuota yang telah ditetapkan,” terangnya.

Fathul menilai evaluasi perlu difokuskan pada aspek distribusi, termasuk penguatan sistem peringatan dini dan pemantauan armada distribusi secara menyeluruh agar potensi kendala dapat diantisipasi lebih cepat.

“Kendala ini operasional, operasional distribusi. Perlu ada semacam early warning system (peringatan dini). Selain itu juga seluruh armada terlihat di pemantauan, apakah di jalan atau SPBU. Permasalahan ini harus bisa segera diselesaikan," tuturnya, seraya mengingatkan pentingnya menjaga kualitas pelayanan publik agar masyarakat memperoleh layanan distribusi BBM yang prima.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi mengatakan, seluruh operasional Fuel Terminal Medan Group berjalan kondusif dan terus dioptimalkan selama 24 jam untuk memastikan kebutuhan BBM masyarakat terpenuhi.

Sejak 14 hingga 16 Juli 2026, rata-rata penyaluran BBM ke SPBU mencapai lebih dari 6.000 kiloliter (KL) per hari. Peningkatan penyaluran dilakukan untuk memperkuat stok BBM di tingkat SPBU sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat kembali normal.

“Mudah-mudahan peningkatan penyaluran ini dapat menjadi tambahan stok di SPBU sehingga mampu mengurai antrean yang masih terjadi,” ujar Sunardi.

Selain melakukan penguatan distribusi dari sisi operasional, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut bersama BPH Migas juga melakukan pemantauan langsung ke sejumlah SPBU di Kota Medan. 

Hasil pemantauan menunjukkan penyaluran solar dan Pertalite berlangsung lancar, dengan ketersediaan stok yang terus dijaga melalui pengisian secara berkelanjutan agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.

Perbaikan kondisi tersebut juga mulai dirasakan langsung masyarakat. Samsuri (60), pengemudi ojek daring di Kota Medan, mengaku proses pengisian BBM yang sempat mengalami antrean kini telah jauh lebih lancar.

“Kepada masyarakat, beberapa hari yang lalu saya mengimbau agar bersabar karena ada kendala. Sekarang sudah mantap dan sudah lancar. Saya merasakannya langsung,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Hasbi (23), pengemudi truk yang merasakan waktu tunggu pengisian BBM kini jauh lebih singkat dibandingkan beberapa hari sebelumnya. “Terima kasih kepada pemerintah. BBM di Sumut sekarang sudah lancar,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Utama PT Elnusa Petrofin Doni Indrawan dan Fuel Terminal Manager Medan Group PPN Teddy Manuputty.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut akan terus memperkuat koordinasi bersama BPH Migas, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta seluruh pemangku kepentingan guna memastikan proses normalisasi distribusi BBM berjalan secara optimal. 

Melalui operasional Fuel Terminal, armada mobil tangki, serta SPBU yang terus disiagakan, Pertamina berkomitmen menjaga keandalan pasokan energi agar kebutuhan masyarakat di Sumatera Utara dapat terpenuhi dengan baik.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sinopsis Drama China Where Her Hemline Brushed, Series Terbaru yang Dibintangi Daniel Zhou
• 8 jam lalugrid.id
thumb
Industri Sawit Berkelanjutan, Paser Kejar Sertifikasi ISPO
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Pertamina luncurkan rangkaian Road to MotoGP Indonesia 2026
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Mau ke Kota Bandung? Ini 10 Rute Penerbangan Langsung
• 6 jam lalukompas.id
thumb
Polrestabes Medan Kawal Distribusi BBM
• 19 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.