Daya Beli Lesu, Rebranding AZKO dan Efisiensi Jadi Penopang Kinerja ACES

idxchannel.com
8 jam lalu
Cover Berita

Aspirasi Hidup diperkirakan tetap mampu mencatatkan kinerja yang relatif tangguh di tengah tekanan daya beli masyarakat.

Daya Beli Lesu, Rebranding AZKO dan Efisiensi Jadi Penopang Kinerja ACES (Foto: dok ACES)

IDXChannel - PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) diperkirakan tetap mampu mencatatkan kinerja yang relatif tangguh di tengah tekanan daya beli masyarakat. 

Analis Samuel Sekuritas Jonathan Guyadi menilai, karakter bisnis ACES yang defensif membuat saham perseroan mampu mengungguli pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sekitar 14,5 persen secara year-to-date (ytd). 

Baca Juga:
Pertumbuhan Penjualan Terbatas, ACES Kantongi Laba Rp477 Miliar hingga Kuartal III

Tren tersebut diperkirakan masih berlanjut di tengah tantangan sektor ritel akibat melemahnya daya beli konsumen.

Adapun tekanan terhadap konsumsi dipicu oleh turunnya harga komoditas, pelemahan nilai tukar rupiah, serta suku bunga yang masih tinggi. Kendati memangkas proyeksi laba perseroan, Samuel Sekuritas tetap optimistis terhadap prospek ACES pasca-rebranding menjadi AZKO.

Baca Juga:
Dikabarkan Akan Boyong Kembali Ace Hardware, Begini Tanggapan Aspirasi Hidup Indonesia (ACES)

"Efisiensi di tingkat laba operasional (EBIT), terutama melalui disiplin pengendalian biaya operasional, diperkirakan mampu menopang profitabilitas dan menjaga kinerja laba bersih," tulis Jonathan dalam risetnya, Rabu (15/7/2026).

Jonathan juga menyoroti penurunan jumlah karyawan per meter persegi toko sebesar 10,7 persen sebagai salah satu indikator keberhasilan efisiensi operasional yang dilakukan perseroan.

Baca Juga:
Laba Bersih ACES Turun 25 Persen pada 2025, Penjualan Naik Tipis Jadi Rp8,64 Triliun

Untuk kuartal II-2026, Samuel Sekuritas memproyeksikan pendapatan ACES mencapai Rp2,1 triliun, turun 1,3 persen secara tahunan (yoy) dan 10,5 persen dibandingkan kuartal sebelumnya (QoQ). Laba bersih diperkirakan mencapai Rp143 miliar, atau turun 5,5 persen YoY seiring normalisasi penjualan setelah musim hari raya.

Sementara pada kuartal III-2026, pendapatan diperkirakan pulih menjadi Rp2,2 triliun, naik 6,5 persen YoY, didorong kenaikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) sekitar 10 persen pada produk-produk unggulan selama periode April-Juni 2026. Meski demikian, laba bersih diproyeksikan turun tipis 3,8 persen YoY menjadi Rp181 miliar.

Baca Juga:
ACES Bagikan Dividen Rp32 per Saham, Yield Tembus 9,20 Persen

Dari sisi operasional, pertumbuhan penjualan toko yang sama (same-store sales growth/SSSG) menunjukkan perbaikan. Hingga lima bulan pertama 2026, SSSG mencapai 2,1 persen, berbalik positif dibandingkan minus 2,7 persen pada periode yang sama tahun lalu dan minus 4,2 persen sepanjang 2025.

Perbaikan tersebut terutama ditopang hasil rebranding gerai menjadi AZKO, dengan wilayah Jakarta mencatat SSSG kumulatif 4,4 persen dan Jawa di luar Jakarta 3 persen. 

Sementara itu, wilayah luar Jawa masih mencatat SSSG minus 0,2 persen, dipengaruhi pembukaan sejumlah gerai baru yang berdampak pada penurunan trafik di toko-toko lama.

Samuel Sekuritas menilai, peluang ekspansi ACES masih cukup besar mengingat penetrasi gerai di Pulau Jawa telah mencapai sekitar 67 persen, sedangkan di luar Jawa baru sekitar 33 persen.

Di tengah tekanan biaya akibat pelemahan rupiah dan meningkatnya harga impor, ACES juga mengambil langkah antisipatif dengan menaikkan harga jual produk serta menambah persediaan barang.

Melalui langkah tersebut, ACES menargetkan margin laba kotor (gross profit margin/GPM) tetap stabil di kisaran 47 persen sepanjang 2026.

Meski demikian, Samuel Sekuritas menurunkan proyeksi pendapatan dan laba bersih 2026 masing-masing dipangkas 3,2 persen dan 13,9 persen.

Penyesuaian ini didasarkan pada perkiraan tekanan inflasi yang berkepanjangan akibat tensi geopolitik global serta pelemahan rupiah terhadap dolar AS dan yuan China. 

Berdasarkan proyeksi tersebut, Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy untuk saham ACES, meski memangkas target harga menjadi Rp430 per saham dari sebelumnya Rp680.

Saham perseroan diperdagangkan pada price-to-earnings (P/E) 2026 sebesar 8,8 kali dan price-to-sales (P/S) sebesar 0,7 kali, sehingga rekomendasi buy tetap dipertahankan.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Piala Dunia 2026: Komentar Menohok Thomas Tuchel Jelang Inggris Hadapi Prancis di Perebutan Tempat Ketiga
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Daftar 10 Orang Terkaya di Dunia per Juli 2026, Elon Musk Peringkat Pertama
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Pemeriksaan Ketiga Sudirman Said Terkait Kasus Petral, Apa yang Digali?
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Mi Terbaik Dunia Versi TasteAtlas, Mi dari Indonesia Peringkat Berapa?
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gubernur Jambi Dorong Kalender Kegiatan Terpadu untuk Tingkatkan Kunjungan Wisata
• 10 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.