/Tips Mengurangi Risiko saat Anak Dibonceng Motor, Jangan Abaikan Hal Ini

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Membonceng anak dengan sepeda motor memang terkadang sulit dihindari. Namun, orang tua perlu melakukan berbagai langkah mitigasi agar risiko kecelakaan dapat diminimalkan dan perjalanan menjadi lebih aman bagi anak.

Praktisi Keselamatan Berkendara, Jusri Pulubuhu, membagikan beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membonceng anak dengan sepeda motor.

Tips Membonceng Anak dengan Motor agar Lebih Aman

1. Pastikan pengendara dan kendaraan dalam kondisi siap

Sebelum membawa anak, pastikan pengemudi memiliki SIM, mampu mengendarai motor dengan baik, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan.

“Pastikan dia menggunakan safety gear, dengan catatan si pengemudi sudah menggunakan sudah lengkap ya. Punya SIM, kita asumsikan sudah skillfull lengkap kondisi kendaraan lengkap, parameter kendaraan light dioperasikan,” ujar Jusri saat dihubungi kumparanMOM, Rabu (15/7).

2. Lengkapi anak dengan perlengkapan berkendara

Anak juga perlu menggunakan perlengkapan keselamatan, terutama helm yang sesuai dengan ukuran kepala agar dapat memberikan perlindungan optimal selama perjalanan.

3. Perhatikan posisi duduk anak

Anak sebaiknya duduk di belakang pengendara dan mampu memeluk pinggang atau perut pengemudi agar tubuhnya tetap stabil. Selain itu, kaki anak harus sudah bisa menapak pada pijakan kaki (footstep).

“Kalau si anak kakinya nggak sampai (pijakan kaki), dia jangan dibawa. Sama kalau kita nggak punya SIM jangan bawa motor jadi sama analoginya,” tegasnya.

4. Pilih waktu dan rute yang lebih aman

Sebisa mungkin hindari berkendara pada jam sibuk, malam hari, atau saat hujan karena kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Jika memungkinkan, pilih rute yang lebih lengang meski jaraknya sedikit lebih jauh agar perjalanan lebih aman.

5. Selalu berkendara secara antisipatif

Jusri mengingatkan pengendara untuk terus mengamati kondisi lalu lintas dari depan, belakang, kanan, dan kiri selama perjalanan. Menurutnya, banyak kecelakaan terjadi bukan karena kesalahan pengendara sendiri, melainkan akibat kelalaian pengguna jalan lain. Karena itu, kewaspadaan menjadi salah satu kunci utama untuk menjaga keselamatan anak saat dibonceng motor.

“360 derajat dia harus terus diawasi karena banyak kecelakaan terjadi bukan karena kesalahan si pengemudi tapi karena kelalaian orang lain,” pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pasokan Air PAM di Cengkareng Jakbar Ditargetkan Kembali Normal 23 Juli
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Inflasi AS Melandai, Praktisi Nilai Sentimen Positif bagi Pergerakan Aset Kripto
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Prediksi Prancis vs Inggris: Head to Head, Susunan Pemain, dan Perkiraan Skor
• 28 menit lalumedcom.id
thumb
Kemenekraf Fasilitasi Empat Jenama Kuliner Indonesia Jajaki Pasar Global lewat FHI 2026
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Akademisi sarankan pemerintah bentuk tim pakar penyusunan PP KUHP
• 8 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.