Perjuangan Nayla Nabung Beli Sepatu, Berbuah Juara MilkLife Athletics Challenge

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Perjuangan Nayla Sagita menabung untuk membeli sepatu spike (sepatu paku lari, red) berbuah manis. Sepatu itu mengantarkannya juara MilkLife Athletics Challenge 2026 - Seri 1.

Nayla terjun di nomor lari 400 meter putri di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (18/7). Ia menjadi yang tercepat di lintasan sekaligus memastikan diri meraih juara.

Sebelum berlaga, siswi SMA NU Al-Ma'ruf itu berdoa terlebih dahulu. Sambil duduk di kursi nomor 3, ia mengangkat kedua tangannya untuk memanjatkan doa. Selepas bendera start diangkat ia langsung melaju dengan cepat. Selama berlari ia memimpin hingga garis finis.

"Alhamdulillah bisa juara pertama. Pastinya senang," katanya kepada kumparan, Sabtu (18/7).

Tampil dengan BIB number 5143, Nayla senang bisa meraih podium bersama sepatu yang dibeli dari uang tabungan ditambah uang dari ayahnya. Sepatu bewarna merah muda itu dibelinya seharga Rp 1,1 juta.

Sebelumnya, ia berlomba menggunakan sepatu olahraga yang tidak dilengkapi paku (sepatu lari spike, red). Semenjak berlaga di nomor lari 400 meter ia memilih sepatu lari spike yang dilengkapi dengan paku.

"Awalnya pakai sepatu olahraga biasa. Tetapi kalau digunakan berlari di nomor 200 meter dan 400 meter nggak nyaman. Akhirnya beli sepatu yang ada pakunya," terangnya.

Menjadi juara di nomor lari 400 meter seakan membayar kepercayaan orangtuanya yang membantu membelikan setengah biaya sepatu. Ia berterima kasih kepada ayah dan ibunya.

"Terima kasih papa dan mama sudah membelikan saya sepatu. Saya semakin bersemangat dan berusaha lebih keras lagi," jelasnya.

Siswi yang sudah menekuni atletik dua tahun itu bertekad untuk menjadi atlet di cabang olahraga atletik. Alasannya karena sudah jatuh cinta dengan olahraga ini.

Nayla hampir menghabiskan waktunya dalam sepekan untuk berlatih. Tepatnya setiap Sabtu, Minggu, Selasa, Rabu, Kamis dan Jumat.

"Pagi sampai 12.30 WIB saya sekolah. Kemudian 14.30 WIB saya latihan. Alhamdulillah nggak capek," ungkapnya.

Semangat menjadi juara terus diusungnya. Apalagi kedua orangtuanya mendukungnya di olahraga atletik.

"Mama dan papa selalu telepon setelah saya bertanding. Ketika saya kalah selalu diberi semangat supaya saya tidak down," imbuhnya.

Reporter: Vega M. Ula


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Boyamin Sebut Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Tak Perlu Izin Presiden, Ini Aturannya
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Laporan Amplop Menhut Raja Juli Kandas di KPK, Bupati Tak Tahu Isinya
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Gak Kapok! Desta Comeback Main Padel usai Cedera Mata Parah, Kini Pakai Pelindung Khusus
• 57 menit laluviva.co.id
thumb
Peneliti Sebut Sensus Ekonomi 2026 Berperan Tingkatkan Kualitas Pembangunan
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Pemeriksaan Ketiga Sudirman Said Terkait Kasus Petral, Apa yang Digali?
• 14 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.