BATAM, KOMPAS.TV - Sistem kelistrikan Batam-Bintan akan semakin diperkuat dengan tambahan pasokan energi sebesar 300 megawatt (MW) dari pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Sauh Unit 1 dan Unit 2.
Proyek pembangkit tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan keandalan energi, sekaligus memperkuat daya saing kawasan industri Batam.
Penguatan infrastruktur kelistrikan ini merupakan hasil sinergi antara PT PLN (Persero) UID Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (WRKR), bersama PT Panbil Utilitas Sentosa, melalui pembangunan pembangkit listrik rendah karbon PLTU Tanjung Sauh.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) Layanan Khusus.
Melalui kerja sama ini, PLN menyediakan pasokan listrik tegangan tinggi sebesar 33 MVA untuk kebutuhan power backfeeding selama proses commissioning serta penyelesaian pembangunan PLTU Tanjung Sauh.
Baca Juga: Tarif Listrik per kWh 16-19 Juli 2026 Tetap, Berikut Daftar Lengkap Seluruh Golongan
PLTU Tanjung Sauh memiliki kapasitas pembangkitan sebesar 2 x 150 MW, atau total 300 MW.
Setelah beroperasi secara komersial, pembangkit ini akan terintegrasi dengan sistem kelistrikan Batam-Bintan dan meningkatkan kapasitas pasokan listrik lokal.
Tambahan daya tersebut diharapkan mampu memperkuat cadangan listrik kawasan serta memberikan dukungan energi yang lebih stabil bagi perkembangan sektor industri strategis.
Keandalan pasokan listrik menjadi faktor penting dalam menarik investasi baru, khususnya pada sektor pusat data (data center), manufaktur berteknologi tinggi, semikonduktor, hingga industri berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- listrik
- batam
- bintan
- pltu
- pltu tanjung sauh





